Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi momen yang penuh kebanggaan. Piala Dunia adalah ajang paling elite sepakbola global yang ditunggu oleh semua penggemar sepakbola dari seluruh penjuru bumi, tak terkecuali masyarakat Kosta Rika. Mereka akhirnya bisa kembali melihat tim kebanggaannya berada di tengah-tengah 48 negara yang saling bersaing demi menjadi yang terbaik dan terkuat di kancah global. Tapi kerinduan untuk melihat prestasi dan kejutan positif dari kejuaraan ini harus terhenti. Langkah Kosta Rika harus terganjal di fase-fase awal pelaksanaan kompetisi ini. Ada anggapan kalau pemilihan Noni Madueke menjadi biang kerok di balik mimpi buruk ini.
Dukungan untuk Noni Madueke
Legenda Arsenal, Nigel Winterburn, menolak anggapan ini. Dia menepis anggapan buruk yang menyebut Noni Madueke sebagai biang keladi dari masalah besar yang dihadapi timnas Kosta Rika di fase awal turnamen ini. Tim nasional Inggris menyelesaikan persiapan mereka untuk menghadapi pertandingan berikutnya dengan menang telak 3-0 atas Kosta Rika. Kemenangan ini mereka dapat berkat serangan yang dilakukan oleh Ollie Watkins, Anthony Gordon, dan Declan Rice.
Noni Madueke sempat diberi kesempatan untuk menggantikan Bukayo Saka, pemain Arsenal, untuk turun di sayap kanan. Tapi mantan pemain Chelsea ini justru menajdi topik pembicaraan karena alasan yang sama sekali berbeda untuk babak pertama.
Noni Madueke Gagal Cetak Gol
Dia bermain bersih melewati Jude Bellingham, melewati penjaga gawang lawan, Patrick Sequera, dengan kondisi gawang siap menerima sepakannya. Tapi semuanya berubah ketika tendangannya hanya mengenai mistar gawang. Upaya untuk mendapatkan bola kembali dan melakukan serangan balik gagal ketika bola tak berhasil didapatkannya kembali.
Ketika insiden ini terjadi, pemain depan ini hanya bereaksi dengan melontarkan tawa. Tapi tawa yang dia lakukan waktu itu tidak bersambut respon positif dari penonton yang hadir, terutama penggemar timnas Kosta Rika. Tindakan dan kegagalannya waktu itu memantik perdebatan panjang sampai sekarang. Beberapa orang beranggapan kalau seharulsnya dia tidak mendapat tempat untuk bergabung dalam timnas. Keputusan asosiasi sepakbola Kroasia untuk menempatkan namanya dalam daftar skuad mereka di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan. Beberapa orang beranggapan kalau seharusnya nama-nama seperti Cole Palmer dan Phil Foden yang mereka coret dari daftar, punya kesempatan dan kemampuan lebih baik untuk bermain di Piala Dunia. Paling idak mereka dianggap tidak akan melakukan kesalahan fatal yang sama seperti yang dilakukan mantan pemain Chelsea tadi.
Winterburn Bela Noni Madueke
Perdebatan panas terus terjadi tentang insiden yang seharusnya bisa dicegah dari awal. Tapi tak semua mendukung pandangan ini. Mantan pemain sekaligus legenda Arsenal,. Winterburn, punya pandnagan berbeda. Dia beranggapan kalau sebenarnya Noni Madueke bisa membeirkan dampak yang diharapkan penggemar di Piala Dunia 2026. Dia juga menegaskan kalau dirinya percaya ada kesalahan lain yang dilakukan asosiasi sepakbola Kroasia. Dia mendukung anggapan publik kalau seharusnya Phil Foden dan Cole Palmer masuk dalam jajaran pemain timnas.
Kepada media yang meminta pandangannya, mantan pemain Arsenal ini mengatakan kalau sebenarnya pemain yang dikritik tadi seorang pemain yang luar biasa. Menurutnya, dia adalah seorang pemain yang bisa mengintegasikan permainannay dengan cukup baik terhadap permainan tim secara keseluruhan. Dia bisa beradaptasi dan bersinergi dengan baik dengan pemain yang lain, staf, dan pelatih, seperti yang dia lakukan ketika mereka menjalani latihan. Baginya hal semacam ini sangat penting. Kalau dibandingkan dengan pengalamannya di tingkat klub, dia berada di nyaris semua tim yang dibentuk oleh Thomas Tuchel. Menurutnya, pelatih ini mengetahuinya dengan baik, termasuk kepribadiannya. Dia beranggapan kalau mantan pemain Chelsea tadi bisa menjadi ancaman serius di masa yang akan datang bahkan dari awal pertandingan dimulai. Dengan persepsi ini, dia paham alasan di balik pemanggilan namanya sebagai bagian dari timnas Kosta Rika.Sementara tentang Foden dan Palmer yang tak masuk dalam skuad, dia memandang dua pemain ini sebagai individu yang hebat. Dia akan sangat menyarankan kedua pemain ini dipanggil untuk membela timnas mereka.
Sementara itu, hasil akhir yang diberikan Noni Madueke sempat dipertanyakan selama musim pertamanya di Arsenal. Memang ada 8 gol yang dia berikan untuk mereka dari semua kompetisi. Hasil ini juga tidak bisa dikatakan bencana bagi The Gunners. Tapi penampilan sekarang yang dia tunjukkan di kancah Piala Dunia membuat perhatian publik sekali lagi terarah kepadanya.
Terlepas dari insiden lelucon yang dia tunjukkan setelah gagal mencetak gol, performa keseluruhan yang dia tunjukkan saat pertandingan antara Inggris dan Kosta Rika sebenarnya bukan perkara baru. Beberapa penggemar bahkan memprediksi hal semacam ini akan terjadi untuk seorang pemain dengan profil dan kepribadian yang dia miliki. Mantan pemain Chelsea ini memang berbahaya ketika mengendalikan bola. Dia behrasil melakuakn 3 kali upaya menggiring bola dari 4 percobaan dan melakukan 2 pelanggaran. pemain yang sama juga melakukan 4 kali upaya menggiring bola ke gawang.
Keahlian Noni Madueke dalam emnggiring bola dan kemampuannya untuk memberikan timnas Inggris kesempatan melakukan tendangan bebas menjadi kontribusinya sampai memenangkan 7 dari 8 kali duel di darat. Tapi dia juga masih belum bisa untuk menggiring bola dengan berhasil di momen kunci. Dia hanya pernah satu kali melakukan tendangan yang mengarah ke gawang lawan. Mantan pemain Cheslea ini diprediksi sekarang akan kehilangan perannya di bagian sayap kanan dan digantikan dengan Bukayo Saka ketika Piala Dunia 2026 untuk emreka dimulai. Tapi statistiknya masih bisa membuktikan kalau pemain ini masih berhak mendapat kesempatan sebagai opsi permainan dinamis terutama ketika merkea melawan rival dengan pertahanan lemah.
