Vladimir Petkovic Antar Timnas Aljazair Bekuk Yordania

Piala Dunia 2026 tidak hanya untuk negara-negara yang pernah memenangkan kejuaraan ini di masa lalu. Turnamen ini juga menjadi sangat menarik untuk disaksikan karena kejutan-kejutan yang dilakukan negara-negara lain. Di saat semua negara mengerahkan kemampuan dan pemain terbaik mereka, bukan hal baru kalau akan ada kejutan yang terjadi dalam kompetisi sekelas Piala Dunia. Kali ini, kejutan ini datang dari timnas Aljazair. Serangan penuh risiko yang dilakukan Vladimir Petkovic di babak pertama akhirnya berhasil membantu negaranya mengalahkan Yordania.

Timnas Aljazair Bangkit

Sempat bermain dengan ceroboh, timnas Aljazair akhirnya bisa kembali bangkit. Setelah sempat tertinggal dari lawannya, mereka berhasil melakukan serangan balik sampai menang 2-1. Pertandingan di hari Selasa pagi di Grup J meninggalkan mereka dengan kenangan positif setelah keluar dari Stadion Levi’s di Santa Clara, California. Keputusan yang diambil pelatih mereka, Vladimir Petkvoci, di babak pertama terbukti menjadi senjata mematikan sekaligus penentu kemenangan mereka.

Setelah kalah 0-3 dari Argentina di pertandingn permbuka, Petkovic mengambil langkah strategis dengan melakukan 2 pergantian pemain. Taktik ini langsung diterapkan sebelum berhadapan dengan Yordania. Di bagian gelandang, dia menurunkan Ramiz Zerrouki untuk menggantikan Nabil Bentaleb. Dia kemudian menempatkan Riyad Mahrez kembali ke posisi awlanya di sayap kiri. Tempat ini kembali dia dapatkan setelah dulu sempat diisi oleh Anis Hadj-Moussa.

Pergantian Pemain Tak Beri Dampak

Di awal, sepertinya tidak ada dampak dari keputusan ini. Mahrez sempat bermain dengan penuh semangat. Dia sempat mendapat 2 kesempatan jelas untuk bisa mencetak gol dalam ruang pertahanan Yordania. Tapi setelah gagal mengeksekusi tendangan pertamanya dengan baik, dia sempat terjebak dlam permainannya sendiri sebelum kemudian ditepis oleh penjaga gawang Yordania di babak kedua.

Timnas Aljazair tampil dengan percaya diri dan mendominasi di sepanjang pertandingan. Tapi permainan mereka harus terpukul sebelum jeda istirahat babak kedua. Zerrouki, yang permainannya tampak buruk, tak berkutik ketika bola direbut darinya di tengah lapangan. Sementara Al-Rashdan memanfaatkan momen lain yang kurang meyakinkan dar penjaga gawang mereka, Luca Zidane, sampai kemudian bisa memberikan kesempatan bagi timnas Yordania kesempatan yang mereka cari.

Senjata Mematikan Timnas Aljazair

Pertandingan ini setidaknya dari beberapa sisi masih lebih baik dari pertandingan mereka sebelumnya. Ketika melawan timnas Argentina, Petkovic dikritik mengambil keputusannya dengan lambat. Waktu itu, tindakannya dianggap sangat lambat karena baru diambil sampai pertandingan sudah berjalan 1 jam dan mereka tertinggal jauh 0-2. Tapi pertandingan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk mereka. Pelatih timnas Aljazair ini mengambil tindakan cepat, tak menunggu sampai babak pertama selesai. Pengalaman dari pertandingan melawan Argentina membuatnya memahami dampak serius kalau mereka kembali harus tumbang dalam pertandingan ini.

Keputusannya terbukti menjadi penyelamat mereka. Hicham Boudaoui dan Zerrouki membuat jalan bagi Bentaleb dan striker mereka, Nadhir Benbouali, untuk melakukan serangan penting. Memang akan terlalu berlebihan kalau mengatakan keputusan ini memberi dampak segera setelah diambil. Tapi kemudian timnas Aljazair secara perlahan memperkuat cengkeraman mereka ketika pertandingan memasuki babak kedua. Penguasaan bola mereka meningkat sampai menyentuh 70%. Mereka juga intens melakukan tekanan kepada permainan lawan, sampai membuat pemain rival merasa kelelahan. Dalam upaya tekanan balik ini, Ibrahim Maza memainkan peran signifikan terutama di bagian gelandang.

Dalam serangan balik ini, timnas Aljazair berhasil mengeksekusi beberapa sepakan pojok mereka. Lalu dari salah satu sepakan pojok ini, Mahrez berhasil mengumpan bola dan diterima dengan baik oleh Benbouli. Dengan sundulan, dia berhasil mengonversi umpan ini untuk menyamakan kedudukan dengan lawan. Dengan usia 26 tahun dan pengalaman di Gyori ETO di Hungaria, pemain ini sebenarnay baru saja bergabung dengan timonay di bulan Maret yang lalu. Tapi dia berhasil tampil mengesankan dan menjadi penyelamat mereka dalam pertandingan ini.

Tertekan dari gol penyeimbang mereka, Hadj-Moussa, yang sempat dianggap bermain mengecewakan ketika bermain melawan Argentina, berhasil membalikkan anggapan publik kepadanya. Dalam pertandingan melawan Yordania, dia menampilkan permainan terbaiknya setelah sempat hanya menempati fungsi cadangan. Kemampuan menggiring bola yang dia tunjukkan membuatnya menjadi ancaman serius untuk lawan-lawannya.

Dari titik pojok lapangan, pemain ini mendapat kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya dari pertandingan terdahulu. Dia melesatkan sepakatan ke pojok belakang gawang, persis di titik Amine Gouri mengambil reaksi cepat untuk menempatkan timnya sebagia pemenang.

Serangan pembuka di babak pertama yang dilakukan Bentaleb jgua terbukti sangat penting. Pemain gelandang ini memenangkan 3 kali duel di darat seperti yang dilalkukan Zerrouki. Wajar untuk menimbang kalau perubahan yang dilakukan Petkovic menjadi faktor penentu di balik perbedaan signifikan ini. Perubahan ini tetap berdampak positif bahkan jika dirancang untuk memperbaiki kesalahannya sendiri di barisan pemain utama.

Pelatih timnas Aljazair ini beberapa kali menyorot perhatian publik ketika dia dianggap tidak berpendirian tetap ketika menghadapi timnas Argentina dan Yordania. Peristiwa ini kemblai terulang dalam pertandingan di hari Selasa yang lewat. Tapi kemudian dia menunjukkan kalau pragmatisme tetap dibutuhkan ketika memang diwajibkan oleh situasi. Sekarang, berkat keputusan ini mereka sedang bersiap untuk menghadapi Austria untuk bisa mendapatkan tempat sebagai juara 2 grup J. Pertandingan ini sangat penting karena Austria, dengan selisih gol yang jauh lebih banyak, akan tetap lolos ke babak berikutnya bahkan jika mereka mengakhiri pertandingan ini dengan skor imbang.