Tidak selamanya semua orang dalam satu negara dan timnas satu suara tentang langkah-langkah yang harus mereka ambil. Kebiasaan ini juga berlaku di Inggris. Kemampuan mereka memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Tapi tak selamanya keputusan yang diambil Thomas Tuchel sebagai pelatih disambut positif oleh pemain mereka. Jude Bellingham termasuk yang berani menyuarakan pendapatnya. Dalam sebuah kesempatan, pemain legendaris Inggris ini bahkan memberi pandangan berbeda. Tanggapan ini dia berikan di saat mereka sedang bersiap untuk menghadapi laga semifinal menghadapi Argentina.
Reaksi Jude Bellingham atas Komentar Thomas Tuchel
Gelandang timnas Inggris, Jude Bellingham, tak mau tinggal diam atas komentar yang diberikan pelatihnya. Menghadapi komentar Thomas Tuchel, pemain timnas Tiga Singa ini langsung melawan balik. Reaksi ini dia tunjukkan setelah kemenangan drastis mereka atas Norwegia. Dalam pertarungan di perempat final Piala Dunia 2026, publik sempat ragu kalau Inggris akan berjaya. Erling Haaland dkk. memang bukan lawan yang mudah. Tapi dua gol yang mereka cetak dalam pertandingan ini berhasil membungkam negara asal Skandinavia tadi.
Seperti yang dia lakukan di Real Madrid, pemain timnas Inggris ini kembali membuktikan kemampuannya dengan menjadi penyelamat timnas Inggris. Pertandingan yang diselenggarakan di Miami sempat membuat beberapa penggemar mereka khawatir. Serangan mematikan bertubi-tubi yang dilakukan Norwegia, terutama Erling Haaland, menjadi ancaman serius yang sempat membuat publik Inggris khawatir akan peluang mereka di turnamen kali ini. Tapi pemain Real Madrid tadi berhasil mencetak gol penting dan pembuka mereka dalam peratndingan ini. Golnya menjadi harapan bagi timnas Inggris setelah memastikan mereka kembali bersaing setelah Andreas Schjelderup mencetak gol untuk tim lawan. Gol ini menjadi awal bagi mereka untuk mengamankan kemenangan, sekaligus mendapatkan tiket untuk menjadi kontestan di babak semifinal.
Inggris harus berjuang keras dalam pertandingan ini. Babak pertama terlihat begitu sulit bagi mereka. Permainan yang dilakukan timnas Norwegia benar-benar membuat mereka nyaris tidak bergerak. Semua harus menunggu sampai ketika Jude Bellingham melakukan serangan pamungkasnya. Babak kedua sempat mereka yakini bisa berjaland engan lebih mudah. Tapi kenyataannya tidak demikian. Ada beberapa kali penggemar harus menahan nafas, melihat tim kebanggaan mereka harus tertahan dan sampai terpukul mundur. Sampai detik-detik terakhir, pertandingan berjalan dengan sengit, sampai memaksa kedua tim melanjutkan pertandingan dengan menggunakan perpanjangan waktu.
Reaksi Cepat Jude Bellingham
Penantian mereka akhirnya selesai ketika Orjan Nyland berhasil membalikkan serangan jarak jauh Morgan Rogers. Arah bola diputus dan dibalikkan sampai tiba ke kaki Jude Bellingham. Pemain berusia 23 tahun ini kemudian bergerak cepat dengan melakukan serangan pamungkasnya. Serangan ini yang kemudian memastikan timnas Inggris kembali mendapatkan momen yang mereka nanti
Pertandingan menjadi sulit bagi mereka karena alasan yang lain juga. Timnas Inggris belum pernah sebelumnya bertanding dalam situasi cuaca yang sangat ekstrem. Tapi kali ini, mereka tidak hanya bertanding melawan tim monster. Semua pemain timnas Inggris juga harus menghadapi lawan yang luar biasa berat dalam tekanan cuaca yang mencapai 40 derajat Celcius. Tekanan pemain semain berat karena kelembaban cuaca dalam pertandignan ini juga cukup tinggi. Tapi situasi ini tak membuat Thomas Tuchel menghentikan atau mengurangi intensintas permainan mereka. Justru setelah pertandingan, dia mengkritik pemainnya karena dianggap bermain dengan gegabah. Dia sampai mengejek kemampuan teknis mereka yang dianggap sangat buruk.
Tanggapi Komentar Pelatih
Tak semua orang sependapat dengan komentar Thomas Tuchel. Tidak pengamat dan tentunya tidak dengan pemain mereka. Beberapa pemain timnas Inggris tak mau tinggal diam ketika orang yang seharusnya menjadi pembakar semangat mereka justru melemparkan komentar yang menghilangkan semangat bermain semua orang. Apalagi mereka adalah orang-orang yang sudah bersusah payah mengeluarkan keringat di tengah lapangan di bawah terik dan kelembaban cuaca yang tinggi. Belum lagi lawan yang mereka hadapi terkenal dengan kekuatannya yang mematikan. Dari semua pemain timnas Inggris, Jude Bellingham berdiri membela rekan-rekannya. Kepada pengganti Gareth Southgate, dia berandai-andai kalau memang pelatih mereka pernah mencoba untuk menghalau langkah lawan yang sangat sulit seperti Norwegia di tengah tekanan cuaca yang sangat intens.
Awak media sempat mencoba meminta pandangannya tentang hal ini. Ketika diminta pandangannya secara khusus tentang komentar Thomas Tuchel yang mungkin menunjukkan harapannya sebagai pelatih kepada klub, pemain timnas Inggris ini buka suara. Dia berkata kepada media kalau mungkin ini bisa saja yang terjadi. Tapi bisa juga karena pealtih mereka tidak tahu pengalaman bermain di tengah situasi yang sangat intens.
Melawan tim yang sangat kuat berkat permainan Sorloth, Nussa, Odegaard, sampai Erling Haaland tidak pernah pertandingan yang sangat mudah. Menurutnya, mereka telah mencoba untuk membangun ekosistem yang positif. Ekosistem ini yang harus terus mereka kejar dan pertahankan sampai pertandingan terakhir. Dia kemudian menegaskan kalau dirinya tak bisa memberi pujian yang cukup kepada semua pemain timnas Inggris yang lain. Dia hanya menekankan kalau tidak ada yang bisa menang di setiap pertandingan dengan hanya membawa bola dan melakukan ribuan umpan. Terkadang permainan kotor diperlukan dan mereka telah melakukannya pada hari itu.
Setelah menang dalam pertandingan ini, timnas Inggris akan melangkah ke babak semifinal. Disana, mereka akan berhadapan dengan juara bertahan Piala Dunia, Argentina. Langkah Lionel Messi dkk. dipastikan berlanjut setelah mereka mengalahkan Swiss dengan skor 3-1. Kemenangan ini kembali menjadi momen penuh makna setelah mereka juga sempat berjuang untuk bisa menang.
Memang yang disampaikan Jude Bellingham ada benarnya. Cuaca Florida dikenal sangat terik. Tantangan yang harus mereka hadapi semakin besar ketika berhadapan dengan lawan yang punya kemampuan menyerang secepat kilat. Situasi genting ini sempat membuat pengemar mereka khawatir kalau negeri ini akan tetap bertahan atau justru pulang kampung. Kondisi cuaca yang sangat ekstrem juga sempat menimbulkan kekhawatirann kalau pertandingan ini sebaiknya ditunda, untuk memastikan keselamatan semua ornag yang bermain.
Tapi pertandingan ini kemudian terus dilanjutkan tanpa ada kendala berarti. Memang dampak dari pertandingan ini terlihat jelas terhadap pemain. Tapi kedua tim tampak cukup puas karena bisa menghemat tenaga mereka terutama selama 30 menit pertama yang tidak terlalu intens. Berikutnya, pertandingan mereka di semifinal melawan Argentina akan diselenggarakna di Atlanta. Dua negara ini akan bertanding di hari REabu siang waktu setempat. DI hari itu, cuaca diperkirakan akan menyentuh sekitar 30 derajat Celcius. Di waktu bersamaan, badai petir diperkirakan akan terjadi di sekitar Atlanta. Tapi dengan kondisi Stadion Mercedes Benz yang dilengkapi atap, mungkin tidak ada alasan kuat untuk menunda pertandingan ini.
