Rayan Cetak Rekor Baru Bersama Bournemouth

Setiap tim punya pertimbangan mereka masing-masing ketika sudah menyentuh urusan pemain. Ketika sudah sampai pada tahap mendatangkan seorang pemain, biasanya keputusan ini diambil karena tim percaya pemain yang mereka rekrut akan bisa membantu tim untuk mengumpulkan sebanyak mungkin poin dari pertandingan yang masuk dalam jadwal mereka. Tapi kenyataan yang terjadi di lapangan tidak selamanya semulus ini. Ada beberapa tim yang harus berhadapan dengan kenyataan pahit ketika pemain yang mereka datangkan dengan susah payah ternyata tidak bekerja dengan baik, persis seperti yang dialami Chelsea dengan Rayan. Tapi yang mereka alami lebih buruk dari tim-tim lain. Setelah yakin tak bisa mendapat hasil optimal dari pemainnya, The Blues memilih untuk melepasnya ke Bournemouth. Disini justru terjadi kebalikannya. Mantan pemain Chelsea ini justru berhasil bersinar sampai mencetak rekor.

Rayan Cetak Rekor Bersama Bournemouth

Bournemouth kembali menunjukkan kalau mereka adalah tim yang masih punya kemampuan untuk mengancam. Memang kalau dibandingkan dengan tim-tim lain, Bournemouth masih belum bisa mengamankan tempat di peringkat atas klasemen. Tapi tim ini membuktikan kalau mereka masih punya pemain kelas elite yang bisa dan mampu mencetak rekor jika bertemu dengan situasi yang tepat. Yang paling terbaru, Bournemouth berhasil menunjukkan kemampuan emreka dengan melahirkan rekor yang cukup unik di Liga Primer INggris. Rekor ini lahir pada hari Sabtu yang lewat. Pertandingan melawan Fulham di Craven Cottage menjadi momen istimewa ini. Sebuah rekor lahir dari tangan mereka berkat gol istimewa yang dilakukan Rayan.

Bournemouth terus berupaya untuk mendapatkan sebanyak mungkin poin yang mereka butuhkan. Tim ini tahu betul kalau mereka harus berjuang keras untuk bisa memastikan perjalanan mereka di EPL tidak akan berhenti langsung di musim ini. Belajar dair hasil imbang antara Liverpool dan Chelsea beberapa waktu yang lalu, tim Andoni Iraola paham kalau hasil positif dari pertandingan melawan Fulham akan sangat membantu mereka. Kalau mereka bisa mengalahkan Fulham, harapan mereka untuk bisa mendapat tiket ke Liga Champions akan tetap terjaga, paling tidak untuk satu minggu ke depan.

Tim Ceri sempat harus terpukul saat bertarung di ibukota Inggris. Tapi mereka terus berupaya untuk melakukan tekanan demi tekanan. Semangat pemain sempat terpukul ketika melihat Ryan Christie mendapt sanksi kartu merah dari wasit. Kartu ini membuatnya tidak akan bisa tampil dalam pertandingan mereka berikutnya melawan Manchester City. Tapi paling tidak, hanya ada satu pemain yang mendapatkan sanksi ini. Masih ada beberapa pemain lain yang bisa diterjunkan sebagai alternatif untuk mengatasi dampak dari akibat buruk ini.

Berjalan Intens

Pertandingan kemudian berlanjut dan akhirnya berpihak kepada mereka. Satu pemain Fulham akhirnya juga diberikan sanksi yang sama oleh wasit. Pertandingan kemudian berjalan dengan kekuatan imbang dari dua sisi. Dengan sepuluh orang pemain di masing-masing sisi, Bournemouth berusaha untuk menguasai kembali pertandingan. Bournemouth mencoba untuk memastikan lawannya tak bisa banyak bergerak setelah Joachim Andersen dikeluarkan dari lapangan. Aksi pelanggaran yang dia lakukan kepada Adrien Truffert memaksa Fulham untuk melanjutkan pertandingan dengan hanya 10 orang pemain.

Dari sini, Bournemouth akhirnya berhasil menemukan momentum mereka. Rayan yang baru berusia 19 tahun berhasil mencetak gol pembuka mereka. Di usianya yang muda, pemain ini melesatkan serangan dengan kecepatan tinggi di menit 53. Setelah menerima umpan bola dengan kaki kirinya, dia melesatkan serangan jarak jauh dari puluhan meter. Diukur dengan presisi, tembakan jarak jauh ini berhasil melesat melewati pertahanan pemain Fulham dan menjadi gol pertama Bournemouth dalam pertandingan ini. Penggemar yang hadir dalam pertandingan ini langsung bersorak ketika menyaksikan gol luar biasa seperti ini lahir, sebuah pemandangan yang bagi mereka juga masih langka.

Rayan Cetak Rekor di Liga Primer Inggris

Gol yang dia lahirkan dalam pertandingan ini bukan sekadar gol. Berkat gol yang sama, pemain berbakat kelahiran Brasil ini sudah berhasil mencetak gol untuk 3 pertandingan di Liga Primer Inggris. Sebelum mencetak gol dalam pertandignan ini, dia juga masuk dalam daftar nama pencetak gol ketika mereka menang 3-0 saat melawan Crystal Palace. DIa juga sempat mencetak satu gol bagi Bournemouth ketika merkea bertanding melawan Leeds United. Memang mereka tidak seberuntung yang lain setelah ditahan imbang Leeds dengan skor 2-2, tapi tetap saja gol yang dia buat masih bisa mengantarkan Bournemouth sampai di titik seperti sekarang.

Di awal musim ini, pemain satu timnya yang masih berusia 19 tahun, Eli Junior Kroupi, juga mencapai prestasi yang kurang lebih sama. Dia mencetak gol dalam 3 pertandingan berturut-turlut di bulan Oktober. Tiga lawan mereka waktu itu menjadi saksi dari ketajaman permainannya. Tiga gol dia cetak ketika mereka bertanding melawan Nottingham Forest, Leeds United, dan termasuk Crystal Palace. Sekarang setelah gol yang dilahirkan Rayan di Craven Cottage, Bournemouth akhirnya bisa mencapai rekor baru yang mereka nantikan. Gol ini mengantarkan Bournemouth menjadi tim pertama di Liga Priemr Inggris yang memiliki 2 pemain remaja yang bisa mencetak gol dalam 3 pertandingan secara beruntun. Bahkan tim sekelas Arsenal, Manchester City, dan Manchester United belum bisa memiliki pemain dengan kemampuan seperti ini.

Kembali ke pertandingan terkini mereka melawan Fulham, Bournemouth yang hanya mengandalkan 10 orang pemain mereka behrasil mengamankan poin yang mereka perlukan. Mereka pulang dengan 3 poin setelah mencetak gol tunggal pamungkas mereka atas skuad Marco Silva. Kemenangan dari Fulham di kesempatan ini membuat merkea mempertahankan 16 kali pertandingan tanpa pernah kalah sekalipun. Hasil 3 poin dari pertandingan ini juga menempatkan mereka di peringkat 6 klasemen Liga Primer Inggris. Posisi ini sudah cukup tinggi untuk mereka, tapi masih belum cukup aman. Untuk bisa melaju ke Liga Champions, mereka harus berada di paling tidak peringkat 3. Untuk itu, mereka butuh paling tidak 3 poin untuk menyingkirkan Aston Villa yang sekarang berada di peringkat 5.

Tugas ini tidak mudah karena sekarang waktu mereka semakin terbatas. Bournemouh hanya punya waktu 10 hari istirahat sebelum mereka dihadapkan dengan Manchester City pada tanggal 19 Mei nanti. Pertandingan final mereka di musim ini akan berlangsung di tanggal 24 Mei ketika mereka melawan Nottingham Forest.

Di sisi yang lain dari Liga Primer, hasil imbang yang didapat Chelsea dari Liverpool memang layak untuk diipuji khususnya ketika mereka bermain dengan kekurangan pemain gelandang. Jamie Gittens, Jesse Derry, Mykhaylo Mudryk, Estevao Willian, Alejandro Garnacho, dan Pedro Neto tak bisa bermain. Sampai sekarang belum bisa dipastikan kalau Garnacho dan Neto akan bisa kembali saat tim ini berhadapan dengan Manchester City di final Piala FA. Sementara itu Garnacho dan Gittens tampil mengecewakan di musim ini dengan hanya 6 gol di EPL. Sedangkan Mudryk sudah lama absen sejak 2024 karena harus menjalani sanksi larangan 4 tahun akibat dakwaan doping.

Sementara di Pantai Selatan, Rayan sekarang sudah berkontribusi dengan 7 gol langsung dalamhanya 13 pertandingan sejak dia meninggalkan Vasco da Gama di bulan Januari dengan nilai 24,7 juta poundsterling. Sebelumnya, dia sempat dirumorkan akan pindah ke Chelsea. The Blues akhirnya gagal mendapatkannya dan dengan situasi yang mereka hadapi sekarang, The Blues sudah pasti menyesal melihat pemain yang mereka incar ternyata bersinar di klub rival.