Burnley memastikan kalau mereka akan ambil bagian dalam transfer pemain di musim panas tahun ini. Keuangan mereka memang tidak sekuat klub lain, apalagi yang berasal dari peringkat atas di kompetisi Inggris maupun Eropa. Tapi mereka tidak akan tinggal diam dan membiarkan bursa musim panas berlalu dengan begitu saja tanpa ada pemain baru. Memang kemampuan mereka terbatas, tapi tim ini sudah punya nama yang akan mereka incar di musim panas: Frank Magri.
Incar Frank Magri
Burnley memberikan kabar penting kepada penggemar mereka. Setelah melakukan penelitian intensif, mereka akhirnya memutuskan untuk bersaing dengan New York City FC. Dua klub sepakbola ini sekarang akan bersaing demi bisa mendapatkan tanda tangan dari Frank Magri untuk bergabung dengan mereka. Sama seperti rivalnya, Burnley juga berharap kalau musim panas tahun ini akan menjadi jawaban dari rencana tim untuk memasukkan namanya dalam daftar resmi emain mereka.
Clarets saat ini sedang melakukan persiapan untuk musim yang baru. Tapi kali ini mereka harus menghadapi kenyataan pahit. Permainan yang mereka tunjukkan di Liga Primer Inggris di musim lalu jauh dari harapan. Permainan yang mereka tampilkan tidak mampu menjamin tim ini untuk tetap bertahan di kompetisi yang sama. Di akhir musim, mereka hanya bisa mendapatkan peringkat 19, jauh dari kata aman untuk tetap bertahan sebagai peserta. Tertinggal 19 poin di bawah Tottenham Hotspur yang mendapatkan peringkat 17, Burnley dipastikan tersingkir dan harus mengulang kembali usaha mereka untuk mendapat tempat di EPL dari Championship.
Klub asal Lancashire ini mengakhiri musim mereka yang penuh dinamika di hari terakhir dalam sebuah pertandingan kandang. Mereka menjamu Wolverhampton Wanders, tim yang juga dipastikan terjungkal ke Championship. Dua tim saling bertanding dengan harapan yang sama untuk bisa mempertahankan tempat masing-masing di Liga Primer. Tapi naas, harapan yang sama dari dua tim berakhir dengan hasil imbang. Dua tim harus sama-sama berbagi 1 poin setelah pertandingan berakhir seri dengan skor 1-1.
Hadapi Mimpi Buruk
Mimpi buruk memang sekarang harus mereka hadapi. Kenyataannya, Burnley seolah suda ditakdirkan untuk mengalami mimpi buruk inii. Sebenarnya mereka sempat berharap kalau bursa transfer di musim panas tahun lalu akan bisa menjadi kesempatan emas untuk membangun tim. Pelatih mereka waktu itu, Scott Parker, berharap ada bala bantuan dalam porsi signifikan yang bisa didatangkan tim untuk membantunya dengan proyek prestitius. Tapi ketika detik terakhir bursa berhenti berdentang, yang ada hanya kekecewaan. Tak ada upaya serius dari jajaran tinggi klub untuk menjawab permintaan ini. Situasi ini yang kemudian menurut banyak pengamat dan penggemar mereka menjadi penyebab utama dari kinerja klub yang merosot jauh tahun ini.
Kecewa dengan perlakuan klub, Scott Parker memilih untuk meninggalkan tugasnya disana. Dia berhenti dari tugasnya sebagia pelatih pada tanggal 30 April yang lewat. Burnley kemudian mengumumkan kalau Mike Jackson akan sementara menggantikan perannya sebagia pelatih interim. Mereka waktu itu menyebut akan mencoba mencari pelatih pengganti untuk bertugas di awal musim yang baru. Tapi pengumuman ini tak langsung membuat mental pemain mereka melesat. Kenyataannya, tim ini hanya bisa mendapatkan 2 poin dari 4 pertandingan yang mereka lalui di Liga Primer.
Bertarung demi Dapatkan Frank Magri
Menurut media asal Perancis, Foot Mercato, Burnley akhirnya menyadari dampak dari langkah fatal mereka. Burnley lantas mencoba menggunakan kesempatan musim panas ini untuk menebus kesalahan mereka. Sambil terus melanjutkan pencarian untuk menemukan pelatih baru, sekarang mereka sedang mengincar mantan striker Toulouse, Frank Magri. Tak hanya tentang kemampuannya yang dianggap cocok, tapi statusnya yang tidak terikat dengan klub manapun saat ini membuat mereka bisa mendapatkannya tanpa harus mengeluarkan ongkos transfer. Status ini dia dapatkan setelah meninggalkan Les Violets saat kontraknya bersama mereka berakhir.
Informasi yang kami terima menyebut kalau ada beberapa tim dari MLS yang tertarik untuk bekerjasama dengan pemain berusia 26 tahun ini. Namanya menarik perhatian mereka salah satunya karena pengalamannya dalam 20 pertandingan bersama tim nasional Kamerun. Angka ini dia kumpulkan sejak menjalani debut bersama mereka di bulan Oktober 2023. Dari sekian nama yang meliriknya untuk musim baru, New York City menjadi tim yang paling berpeluang dari MLS untuk bisa menariknya ke Amerika Serikat. Mereka sampai sudah mengajukan penawaran resmi langusng kepada pemain ini. Tapi sampai saat ini, belum ada kabar kalau dia sudah menerima atau menolaknya.
Di tanah seberang, ada rasa kagum dari Schalke, tim dari Jerman kepada pemain yang sama. Namanya mereka lirik di tengah rencana tim ini untuk segera kemblai ke peringkat atas kompetisi Bundesliga. Mereka memang sedang membutuhkan tambahan banyak tenaga setelah mendapat promosi dari Bundesliga 2 di musim yang lewat. Bagi mereka kemampuan pemain ini akan sangat membantu. Mereka cukup terpesona dengan kemampuannya mencetak 5 gol dalam 17 pertandingan di Liga 1 Perancis untuk Toulouse di musim lalu. Tapi mereka juga masih mempertimbangkan fakta kalau pemain yang mereka incar juga sempat tidak bermain bagi tim yang sama setelah bulan Februari. Jam bermainnya otomatis berkurang setelah dia menolak tawaran dari klub untuk memperpanjang kontrak.
Mencetak 5 gol di setiap 3 pertandingan terakhir di Liga 1 membuat Frank Magri bisa dipandang sebagia striker dengan permainan yang cukup konsisten di Liga 1. Dia juga sempat bertugas ementara di SC Bastia dan bermain bersama mereka di kompetisi kasta dua di musim 2022/23. Dengan pengalaman ini, pemain berusia 26 tahun ini akan bisa menggunakan kemampuannya untuk memberi dampak besar di Championship kalau bergabung dengan Burnley. Kemampuannya akan membantu mereka memperkukat bagian depan saat menghadapi turnamen dengan skema 46 pertandingan di musim depan. Sesuai jadwal liga, Clarets akan mengawali peratndingan mereka di tanggal 25 Juni yang akan datang.
