Barcelona Cetak Rekor Buruk Saat Lawan Atletico Madrid

Barcelona kembali membuktikan kalau mereka bukan tim biasa. Masalah keuangan memang sudah menjadi masalah klasik untuk tim ini. Sampai sekarang mereka terus berjuang untuk mengatasi masalah ini. Tapi problem ini tak langsung menghentikan langkah kaki mereka untuk bermain optimal di banyak pertandingan dan kompetisi. Saat terakhir melawan Atletico Madrid di Liga Champions, La Blaugrana kembali membuktikan keunggulan mereka. Dua gol yang mereka cetak lebih banyak dari lawan yang hanya tampil dengan 1 gol. Tapi menang di pertandingan ini bukan satu-satunya fakta menarik dalam pertandingan ini. Mantan tim Lionel Messi ini juga mencetak rekor yang tidak mereka inginkan dalam kompetisi ini.

Barcelona Cetak Rekor

Barcelona tampil dengan rekor yang tidak mereka inginkan di Liga Champions. Rekor ini mereka cetak ketika tim ini dan semua pemainnya mengakhiri perjalanan mereka di kejuaraan sepakbola Eropa. Meski berhasil mencetak 2 gol dalam pertandingan leg kedua, La Blaugrana dipastikan kalah secara agregat dari Atletico Madrid. Pertemuan dua tim di perempat final kejuaraan ini menempatkan Atletico Madrid menang secara agregat dengan skor 3-2.

La Blaugrana bertandang ke Wanda Metropolitano untuk melanjutkan perjuangan mereka di Liga Champions. Pertandingan ini mereka hadapi setelah sebelumnya kalah 2-0 dari lawan yang sama di leg pertama di kandang sendiri. Dalam pertandingan ini, Alexander Sorloth dan Julian Alvarez berhasil mencetak gol untuk tim binaan Diego Simeone. Sementara Pau Cubarsi harus menanggung malu dalam pertandingan yang sama. Hanya saja dengan 11 orang pemain di tengah lapangan yang bemrain, La Blaugrana langsung bergerak menyerang agresif atas pemain Atletico. Mereka berusaha keras samapi berhasil mengurangi selisih gol menjadi setelah setelah hanya 4 menit pertandingan berjalan. Keunggulan mereka berhasil muncul berkat serangan mematikan dari pemain muda, Lamine Yamal.

Patahkan Rekor Haaland

Pemain berusia 18 tahun ini berhasil tampil mencengangkan dalam pertandingan ini. Dia berhasil memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Erling Haaland berkat golnya di awal pertandingan. Gol ini lahir berkat umpan sempurna yang dibuat oleh Ferran Torres. Lamine Yamal kemudian berhasil menerimanya dengan indah dan langsung melancarkan serangan ke gawang Atletico Madrid.

Memang harus diakui kalau Ademola Lookman berhasil mengembalikan keunggulan Atletico berkat keunggulan agregat Atletico Madrid. Skuad Diego Simeone kemudian mengambil manfaat dari kartu merah yang diberikan kepada pemain Barcelona. Akibat kartu merah ini, pemain Barcelona yang mendapatkannya, Eric Garcia, harus mengakhiri kiprahnya dalam pertandingan ini. Kesempatan La Blaugrana untuk mencetak gol dalam pertandingan ini langsung sirna.

Barcelona Cetak Rekor Tanpa Gol Terparah

Pertandingan ini menyisakan catatan yang kurang mengenakkan bagi Barcelona. Setelah menyelesaikan pertandingan ini, La Blaugrana tidak hanya kehilangan eksempatan untuk menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2015. Tapi mereka juga menjadi tim asal Spanyol yang pertama dalam sejarah kompoetisi ini yang pernah menjalani 15 pertandingan dan semuanya pernah kebobolan.

Tim yang dikomandoi oleh Hansi Flick ini kebobolan paling tidak 1 gol dalam 12 pertandingan terakhir mereka dalam musim sekarang. Mereka juga gagal mempertahankan gawang mereka bersih dari serangan lawan saat melawan Inter Milan di semifinal pada tahun lalu. Momen yang sama juga terjadi di leg kedua pada babak perempat final, ketika mereka menang melawan Borussia Dortmund. Perandingan terakhir mereka di UCL yang bebas gol terjadi ketika mereka menang atas tim asal Bundesliga dengan skor telak 4-0 di leg pertama. Ini terjadi kurang lebih setahun yang lalu. Kekurangan mereka dari segi bertahan akhirnya berdampak fatal ketika melawan Atletico Madrid. Terlepas dari itu, skuad Hansi Flick sekarang masih dalam kendali untuk bisa menjuarai turnamen domestik . Mereka sekarang masih berada 9 poin di atas Real Madrid dengan menempati puncak La Liga. Posisi ini masih berhasil mereka pertahankan sebelum melawan Celta Vigo di hari Rabu.

Sementara itu, Atletico Madrid sekarang akan melaju ke semifinal. Disana, mereka masih menanti lawan berikutnya antara Sporting Lisbon atau Arsenal. Pertandingan ini akan mereka siapkan dengan matang dengan harapan tim ini untuk bisa menjuarai Liga Champions setelah begitu lama. Untuk lawan berikutnya yang bisa mereka lawan, ada kemungkinan Arsenal akan tampil unggul. The Gunners berhasil unggul dalam leg pertama kedua tim ini. The Gunners unggul 1-0, walau belum bisa menjadi jaminan. Selisih gol yang sangat tipis seperti ini bisa dengan mudah dibalikkan oleh lawan mereka.

Skuad Simeone dipandang sebagai tim yang kurang diunggulkan saat melawan Barcelona di babak perempat final. Tapi Rojiblancos membuktikan kalau tim mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Kemenangan agregat mereka dari Barcelona menjadi bukti dari kekuatan besar yang mereka miliki. Atletico Madrid setekah sudah memgalahkan La Blaugrana dari babka gugur Liga Champions sebanyak 3 kali. Tidak ada tim yang pernah menyingkirkan mereka lebih banyak di turnamen ini daripada mereka. Paris Saint-Germain menjadi satu-satunya penyaing mereka dengan jumlah yang sama dalam beberapa tahun terakhir.

Skuad Simeone juga mendapatkan kemenangan agregat atas Barcelona di musim 2013/14 dan 2015/16. Di kedua musim ini, Atletico Madrid berhasil melangkahkan kaki mereka ke final. Tapi justru disana langkah mereka terhenti oleh rival dari kota yang sama, Real Madrid.