Piala Dunia 2026 akan kembali bergulir. Semua negara punya harapan yang sama untuk bisa menorehkan tinta emas dalam kompetisi yang sangat bergengsi ini. Tapi seperti turnamen yang lain, bukan mustahil dua tim yang berada di kutub peringkat yang jauh berbeda akhirnya bertemu dalam satu pertandingan. Fenomena ini akan terjadi tahun ini ketika timnas Panama berhadapan dengan Inggris. Dua tim yang terpisah sangat jauh akan bertemu dalam pertandingan di Piala Dunia 2026. Banyak orang mengunggulkan Tiga Singa untuk bisa menang dalam pertandingan ini setelah sempat mengecewakan di kesempatan sebelumnya. Tapi riwayat ini juga bisa menjadi kesempatan emas bagi rival mereka, asalkan mereka bisa mencari tahu akar di balik kelemahan lawannya. Tapi apakah ini mungkin terjadi?
Menanti Timnas Panama vs Inggris
Sebagai tim yang minus pengalaman sebagai juara di Piala Dunia, timnas Panama berharap akan bisa menghadapi pertandingan mereka berikutnya dengan hasil terbaik. Pertandingan ini tidak akan mudah. Lawan yang akan mereka hadapi bukan sembarang negara. Inggris, yang menjadi lawan mereka berikutnya, adalah negara yang menjadi favorit banyak orang untuk menjadi juara tahun ini, berpeluang mengakhiri penantian panjang mereka selama puluhan tahun. Bukan tanpa alasan mereka menjadi kandidat. Ada Harry Kane dan banyak pemain berkaliber elite disana yang siap membantu Thomas Tuchel untuk mewujudkan harapan mereka. Melawan rival seperti ini tidak akan mudah dan butuh semua dukungan dan kekuatan yang bisa didapatkan suatu negara.
Setelah kalah tipis 0-1 saat berhadapan dengan Kroasia dan Ghana, skuad, Thomas Christiansen sudah belajar banyak. Kesalahan fatal dari dua pertandingan ini menjadi modal bagi mereka untuk berkembang jauh lebih baik. Mereka sekarang sudah jauh mengungguli dua lawan sebelumnya. Mereka memang mau tidak mau harus belajar setelah kebobolan 11 kali dalam 3 pertandingan terakhir yang berujung dengan kekalahan. Piala Dunia tahun ini memang bukan yang pertama kali mereka ikuti. Sejak bergabung pada tahun 2018 lewat, negara ini masih terus belajar untuk terus berkembang.
Memang kalau dibandingkan dengan Thomas Tuchel dan pemainnya, timnas Panama dikhawatirkan tidak punya peluang realistis untuk menang dalam pertandingan ini. Tapi ini tidak berarti kalau mereka akan melangkah begitu saja tanpa perlawanan. Mereka justru akan menggunakan pertandingan ini sebagai pengingat penting. Meski lawan berada di tingkat kemampuan yang jauh lebih tinggi dari mereka, tapi pertandingan ini tidak akan berlalu dengan mudah. Justru tim dari Amerika tengah ini akan berharap bisa memberikan timnas Inggris pertandingan yang tidak bsa mereka lupakan.
Peluang Besar Terbentang di Depan Timnas Panama
Pertandingan melawan Inggris nanti akan lebih dari sekadar menjalani jadwal. Bagi timnas Panama, pertandingan ini akan membuka peluang bagi mereka untuk menyamai rekor dalam sejarah Piala Dunia. Kalau merkea kalah dari Tiga SInga dalam pertandingan di New Jersey nanti. mereka akan mengimbangi jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah tanpa mendapatkan 1 poin dalam Piala Dunia. Saat ini, hanya ada Haiti dan El Salvador yang mencapai rekor ini dengan angka 6 pertandingan.
Perlu diakui kalau hal tak diinginkan ini bisa membuat pemain mereka kehilangan semangat. Tapi mereka juga paham kalau Inggris yang akan menjadi lawan berikutnya juga tidak melangkah dengan catatan sempurna. Justru mereka akan mencoba memanfaatkan inkonsistensi permainan timnas Inggris dalam partai terakhir penyisihan grup di Piala Dunia 2026. Mereka sadar kalau sejak 2002, Inggris hanya pernah menang 2 kali dalam 6 pertandingan seperti ini. Hanya saja staitstik menunjukkan kalau ada hal penting yang harus mereka antisipasi. Dibandingkan mereka, Inggris jauh lebih bisa beradaptasi dengan situasi seperti ini dan bisa saja memberi kejutan yang tak mereka harapkan.
Thomas Tuchel Harus Maksimalkan Persiapan
Kalau melihat perjalanan merkea sekarang, ada beberapa lawan yang bisa dihadapi Inggris dalam babak 32 besar pertandingan ini. Kemungkinan-kemungkinan ini jadi dampak dari hasil pertandingan yang mereka dapatkan. Mereka juga sekaligus akan menanti hasil pertandingan antara Kroasia dan Ghana yang akan menentukan tim yang berada di peringkat 2 dan 3 klasemen grup.
Apapun yang terjadi nanti. ketika Inggris pelu untuk memberikan hasil yang memuaskan penggemar di partai terakhir penyisihan grup sejak 2002, catatan mereka patut untuk dipertimbangkan. Terakhir kali mereka gagal bermain optimal di fase ini adalah di 2002. Inggris hanya butuh hasil imbang melawan Nigeria untuk mendapat tiket maju ke fase gugur. Meski dianggap mengecewakan, tapi justru hasil ini yang mereka berikan: pertandingan nihil gol.
Hanya saja, kemenangan mengejutkan Swedia atas Argentina mendorong Inggris menempati peringkat 2 dan menempatkan mereka pada kemungkinan menghadapi perempat final dengan Brasil. Timnas Inggris akhirnya kalah 1-2 dari lawannya. Kemudian pada tahun 2006 saat melawan Swedia, Inggris harus menghindari kalah untuk bisa menjuarai grup dan menghindari pertandingan di babak 16 besar dengan tuan rumah Jerman. Meski skuad Sven-Goran Eriksson dua kali melakukan kesalahan di fase ini, mereka berhasil mengecah cedera lutut yang membahayakan yang dialami oleh Michael Owen. Kemudian empat tahun berikutnya di Afrika Selatan dan di bawah Fabio Capello, mereka ditahan imbang Amerika Serikat dan Aljazair, memaksa negara ini untuk mengalahkan Slovenia untuk bisa lolos ke babak 16 besar.
Gol dari Jermain Defoe di babak pertama membuat mereka menang tipis 1-0 dalam pertandingan yang sebenarnya mereka kuasai. Lalu mereka kalah 1-4 dari Jerman dalam pertandingan berikutnya, hasil yang membuat penggemar mereka terkejut. Inggris kemudian seharusnya tersingkir di tahun 2014 saat mereka melawan Kosta Rika. Hanya saja pertandingan imbang tanpa gol membuat mereka bisa memperpanjang jumlah pertandingan tanpa kalah di final penyisihan grup Piala Dunia sejak 1950. Riwayat ini berubah empat tahun berikutnya ketika Belgia menang 1-0 atas mereka di Rusia. Dengan jaminan lolos kualifikasi, Roberto Martinez dan Gareth Southgate melakukan perubahan mendasar sebagai antisifipasi fase gugur.
