Burnley Lanjutkan Pencarian Pelatih Baru

Burnley mencoba jalan baru dalam mengelola tim mereka. Musim panas ini menjadi momen penting bagi klub ini setelah sebelumnya mereka memilih untuk berpisah dengan pelatih yang lama. Harapan besar untuk bisa mendapat hasil yang lebih baik di turnamen yang menanti di depan mata jadi alasan. Kebutuhan yang spesifik membuat mereka mengincar beberapa nama untuk diberikan tugas penting ini. Sebelumnya mereka ramai diberitakan berharap untuk menunjuk Craig Bellamy sebagai pelatih. Tapi belakangan langkah ini sepertinya sudah mereka hentikan. Sekarang penggemar penasaran tentang sosok yang akan mereka dekati berikutnya.

Burnley Berhenti Dekati Craig Bellamy

Mencari pelatih yang tepat menjadi salah satu prioritas yang ingin dikejar oleh Burnley saat ini. Mereka masih punya waktu beberapa bulan sebelum musim yang baru dimulai. Hasil dari musim lalu memberikan pelajaran penting bagi mereka untuk melakukan perombakan yang tidak hanya menyasar pemain, tapi juga sosok yang bertanggung jawab untuk meracik strategi permainan tim ini. Beberapa waktu yang lalu, mereka sempat dikabarkan tertarik untuk menunjuk Craig Bellamy sebagai pelatih baru. Tapi belakangan klub ini dikabarkan sudah mengalihkan perhatian mereka dari sosok ini.

Pelatih asal Wales ini menghabiskan sebagian besar waktunya di musim panas dengan negara berlambang Naga Merah ini. Tapi harapan mereka untuk terus bersinar di Piala Dunia 2026 harus berakhir setelah mereka kalah dari Bosnia-Herzegovina di semifinal playoff. Penggemar mereka yang menyaksikan pertandingan di Stadion Kota Cardiff di bulan Maret yang lalu harus pasrah ketika negara ini harus mengubur dalam-dalam harapan mereka untuk bertanding di Piala Dunia tahun ini.

Sedangkan bagi Burnley, klub asal Lancashire ini sedang mencari pelatih kepala yang baru. Sejak terakhhir Scott Parker mereka berhentikan, belum ada orang yang menempati posisi penting ini. Situasi ini diduga beberapa pengamat menjadi salah satu penyebab kinerja mereka yang merosot tajam. Klub ini bahkan harus menderita masalah pelik: tersungkur ke Championship.

Terdampak Hasil Liga Inggris

Tersingkir ke Championship menjadi awal dari serangkaian masalah besar yang harus dihadapi oleh tim ini. Mereka tidak hanya kehilangan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya di kompetisi tingkat klub paling elite di Inggris. Tapi tersingkir ke Championship juga membuat mereka mulai kehilangan cengkeraman ke beberapa pemain. Ada beberapa nama punggawa mereka yang ramai diberitakan akan memilih untuk mencari tempat yang baru di musim panas ini. Salah satu yang dirumorkan akan meninggalkan mereka adalah Jaidon Anthony. Gelandang mereka ini menarik perhatian dari beberapa klub, termasuk Brentford.

Di usia 26 tahun, wajar kalau dia mencoba menemukan tempat yang terbaik untuk mengembangkan karir. Usia yang muda ditambah dengan kemampuannya dalam mencetak gol membuat Brentford dan semua tim lain tertarik untuk menggaetnya ke markas mereka. Statistik bermainnya menunjukkan kalau pemain ini sudah mencetak 8 gol bagi mereka, disertai dengan 2 asist. Kontribusi ini dia berikan dari 37 pertandingan yang mereka jalani di semua kompetisi pada musim lalu. Sepuluh gol ini juga yang berperan besar dalam membantu klubnya untuk bisa mengejar harapan mereka. Memang akhirnya mereka tidak bisa menahan laju demosi ke Championship. Tapi ini sama sekali tidak membuat kemampuannya meredup.

Burnley Mencari Nama Baru

Menurut penuturan dari beberapa media, Burnley sudah memilih untuk mengambil langkah baru. Mereka sempat diberitakan tertarik untuk menarik pelatih tim nasional Wales, Bellamy, untuk melatih mereka. Tapi setelah melalui beberapa pertimbangan, langkah ini kemudian mereka hentikan. Padahal ketika rumor ini berkembang, sudah menjadi rahasia umum kalau pria ini memang punya minat untuk pindah ke tingkat klub untuk melanjutkan karirnya.

Ada beberapa pertimbangan yang membuat mereka harus menghentikan langkah ini. Beberapa media santer memberitakan kalau pelatih tim nasional Wales ini memilih untuk tetap bertahan di tugasnya sekarang. Dia merasa sangat puas dan bahagia dengan tugasnya sebagai pelatih di sana. Meski mereka gagal mendapat kesempatan untuk tampil di Piala Dunia 2026, pria ini bersama asosiasi dan seluruh pemain mereka berharap untuk bisa mendapat tempat di kejuaraan Eropa tahun 2028 yang akan datang. Tapi sebelumnya, mereka berharap bisa mendapat tempat dan bersinar di Liga Antarbangsa A UEFA yang akan segera datang.

Keputusan untuk tetap bertahan di perannya sekarang membuat Burnley harus terpaksa mengatur ulang langkah mereka. Klub ini memilih untuk mencari kandidat lain dengan kemampuan yang kurang lebih serupa. Tugas ini menjadi prioritas mereka karena di waktu ini, mereka juga sedang disibukkan dengan proyek lain untuk mendapatkan pemain baru. Wajah baru mereka perlukan untuk mengatasi kegagalan dari musim lalu. Salah satu pemain yang mereka jajaki untuk segera didatangkan adalah Rob Edwards. Dia diberhentikan oleh Wolverhampton Wanderers sejak mereka juga mengalami hasil yang sama: tersingkir ke kompetisi kasta kedua.

Selain nama pelatih timnas Wales tadi, Steve Cooper juga bisa mereka pertimbangkan untuk menjalani peran ini. Mantan pelatih Nottingham Forest ini menunjukkan kemampuannya dengan membawa Forest naik ke Liga Inggris di musim yang lewat. Padahal dulu mereka sempat menjadi penghuni tetap di Championship sejak tahun 2022 yang lewat.

Sekarang dengan West Ham united yang juga mengalami nasib serupa, Burnley harus berjuang untuk bisa mendapat tempat di Liga Inggris untuk musim depan. Tapi semuanya akan bergantung pada prioritas mereka sekarang. Mereka harus bisa menemukan pelatih yang tepat yang bisa mengarahkan tim ini bukan hanya untuk menang di Championship. Mereka juga harus menemukan pelatih yang bisa mengarahkan tim ini dengan optimal dengan target utama kembali dan menang di Liga Primer. Tersingkir di musim ini memberi mereka pelajaran penting. Semua kesalahan yang terjadi di musim lalu harus mereka perbaiki sampai ke akarnya. Di musim baru, tidak ada ruang untuk melakukan kesalahan. Paling tidak mereka harus mendapat tempat sebagai salah satu dari 8 tim untuk bisa lolos ke EPL.