Arsenal akan kembali menjalani pertandingan penting mereka. The Gunners memang tidak bisa berbuat banyak ketika Manchester City menggulung permainan mereka di final Piala FA. Tapi mereka kemudian berhasil membalikkan semua anggapan negatif ini setelah dipastikan menjuarai Liga Primer. Sekarang, Mikel Arteta dan semua pemainnya berharap untuk bisa semakin membungkam suara negatif ini dengan mengalahkan Paris Saint-Germain di final Liga Champions. Peluang The Gunners untuk menang terbuka dengan kekuatan yang mereka miliki sekarang. Tapi pengamat mewanti-wanti kalau kebijakan UEFA bisa berdampak negatif bagi rencana dan harapan Mikel Arteta.
Dampak Kebijakan UEFA untuk Arsenal
Mikel Arteta harus mempersiapkan diri mereka sebaik mungkin untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Mereka terutama harus mengantisipasi kebijakan UEFA tentang pemain kunci dalam sebuah tim. Kebijakan ini dapat memberikan dampak buruk bagi The Gunners ketika mereka bertarung melawan Paris Saint-Germain dalam partai puncak di LIga Champions.
Setelah dipastikan menjadi juara LIga Primer Inggris, The Gunners sekarang kembali memiliki peluang untuk mengukir sejarah di hari Sabtu yang akan datang. Mikel Arteta dan para pemainnya sekarang hanya tinggal selangkah lagi untuk mencetak sejarah di Liga Champions. Kalau mereka berhasil mematahkan permainan para pemain PSG, The Gunners akan untuk pertama kalinya menang di turnamen tingkat klub paling bergengsi di Eropa.
Dengan beban berat di pundaknya ini, Mikel Arteta akan kembali menggunakan senjata utamanya. The Gunners diperkirakan akan kembali bermain dengan bola mati. Pola ini diprediksi akan kembali menjadi andalan mereka meski The Gunners hanya menempati peringkat enam di Liga Champions untuk musim ini untuk jumlah gol terbanyak yang dicetak oleh pemain kunci mereka. Peringkat ini memang masih cukup rendah, tapi sepadan dengan hanya 5 gol yang mereka dapatkan dari posisi ini untuk musim sekarang.
Pandangan Pengamat
Menjelang pertandingan merkea nanti, beberapa pengamat cukup khawatir kalau kebijakan UEFA akan berdampak pada permainan pemain kunci mereka. Beberapa pengamat beranggapan kalau sejak fase gugur dimulai, sepertinya UEFA telah berpaling dari yang dilakukan The Gunners di Liga Primer Inggris.
Sikap yang ditunjukkan otoritas sepakbola Eropa ini seolah menunjukkan kalau mereka berharap untuk bisa melihat permianan bola yang terbuka dan ekspansif. Mereka berharap untuk bisa mendapatkan pertandingan yang menarik, bukan hanya pertandingan yang ditentukan dari peran beberapa orang dengan peran lebih besar dari pemain yang lain. Memang sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari UEFA sebagai pihak yang disinggung. Tapi beberapa pengamat cukup yakin apalagi kalau melihat riwayat pertandingan mereka. Di mata mereka jela kalau wasit yang menghakimi pertandingan Arsenal terlihat cepat dalam mengambil keputusan. Kalau ini terus berlanjut, Arsenal harus mengantisipasi dampak buruk bagi permainan mereka.
Arsenal memang harus waspada. The Gunners lumayan produktif dalam mencetak gol berkat permainan pemain kunci mereka di Liga Primer Inggris. Strategi ini membuat mereka mendapatkan 23 gol, jumlah yang tidak bisa dipandang sepele., Tapi kalau melihat lawan yang akan mereka hadapi, Paris Saint-Germain masih bisa mencetak 8 gol lebih banyak dari mereka dari posisi yang sama untuk musim ini.
Arsenal Berharap Bisa Jaga Peluang Menang
Arsenal memang sangat bergantung pada permainan pemain kunci mereka untuk mencetak banyak gol di Liga Primer. Tapi mereka juga bisa menunjukkan kemampuan bertahannya yang kuat. Dari puluhan pertandingan di musim ini, The Gunners hanya kebobolan 27 kali. Jumlah ini memang tidak sempurna, tapi paling tidak bisa memberi petunjuk kalau mereka bisa bermain bertahan jauh lebih baik dari tim-tim yang lain.
The Gunners juga menunjukkkan permainan yang menawan di bagian belakang di Eropa. Statistik mereka yang menunjukkan hanya 4 kali kebobolan gol di fase liga dan 2 gol di fase gugur menunjukkan tim ini tidak bisa dipandang remeh. Sementara pengamat yang lain berpandangan kalau cara terbaik yang bisa digunakan The Gunners untuk memastikan kemenangan mereka dari epratndingan ini adalah bertahan. Menurut mereka, The Gunners sangat kuat kalau bicara tentang bertahan. Mereka selalu bisa mengancam lawannya selama melakukan serangan balik. Tapi taktik ini tidak akanb erhasil kecuali kalau mereka mengerahkan kemampuan dan pemain terbaik.
Menurut pengamat yang sama, The Gunners biasanya akan mengizinkan lawan mereka untuk bergerak mendekat dan kemudian memutarbalikkan arah pertandingan. Tapi kalau bicara tentang PSG yang sama-sama punya statistik yang kurang lebih serupa dengan mereka, tidak ada yang bisa memastikan kalau pendekatan ini akan kembali mereka terapkan. Tapi yang terpenting saat ini adalah The Gujners punya peluang karena mereka punay pertahanan yang baik. Merkea bermain dengan luar biasa musim ini sehingga permainan mereka nanti melawan Arsenal akan menjadi pertandingan yang layak untuk ditunggu.
Tapi Arteta paham kalau akan sangat sulit untuk bisa menahan PSG. Mereka adalah tim yang mencetak 23 gol dalam hanya 8 pertandingan di fase gugur. Mereka juga yang pernah mengalahkan 2 tim raksasa sekaligus: Liverpool dan Bayern Munich. Untuk sekarang, penggemar dan pengamat beranggapan kalau peluang The Gunners masih terjaga berkat keunggulanf isik pemain mereka. Setidaknya mereka bisa bergantung pada kemampuan Gabriel Magalhaes dan Declan Rice.
Mengingat kemampuan teknis Paris Saint-Germain masih belum bisa ditandingi oleh mereka, Arteta mungkin akan bergantung pada kemampuan fisik dan intensitas bermain mereka untuk bisa mengalahkan tim dari Perancis ini. Hanya saja, pengamat lain memberi petunjuk agar The Gunners tidak menganggap remeh kemampuan fisi lawannya. Semua tahu kalau PSG adalah salah satu tim dengan kemampuan fisik terbaik di dunia. Dua pemain mereka di tengah, Marquinhos dan Pacho, adalah contoh yang jelas, dua pemain dengan kemampuan fisik yang tak bisa dipandang remeh. Hakimi dan Mendes juga tidak kalah dari segi fisik. Sedangkan Khvicha Kvaratskhelia juga salah satu pemain dengan kemampuan fisik terbaik di Eropa. Perlu juga diketahui kalau pemain terbak PSG bermain lebih sedikit daripada pemain The Gunners dan kebugaran mereka bisa membantu tim ini mempertahankan kesiapan fisik mereka di fase-fase terakhir pertandingan.
