Asosiasi sepakbola Eropa, UEFA, mengeluarkna pernyataan keras mereka. Lewat pernyataan ini, mereka mengkritik keputusan FIFA yang mengizinkan striker tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun. FIFA lewat keputusannya mengizinkan striker ini untuk membela timnas AS dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan ini, negara Paman Sam dipertemukakn dengan Belgia pada hari Selasa waktu AS.
Insiden Kartu Merah Folarin Balogun
Nama Folarin Balogun tidak asing bagi penggemar tim nasional Amerika Serikat. Bagi tim tuan rumah, dia terlibat sebagai salah satu pencetak gol dalam pertandingan mereka di babak 32 besar. Momen ini terjadi ketika mereka berhadapan dengan Bosnia Herzegovina. Tapi setelah mencetak gol dalam pertandingan ini, dia mendapatkan sanksi kartu merah dari wasit. Ganjaran berat ini diberikan setelah dia terlibat menarik Tarik Muharemovic dalam sebuah insiden dalam pertandingan.
Menurut peraturan FIFA, seharusnya kartu merah ini memberikan sanksi serius. Pemain Monaco yang masih berusia 25 tahun ini seharusnya tidak bisa bertanding untuk pertandingan berikutnya. Kalau menurut kebijakan ini, seharusnya dia tidak akan bisa bertanding melawan Belgia dalam pertandingan Amerika Serikat berikutnya. Dua negara ini dijadwalkan untuk bertemu dalam pertandingan mereka di Seattle.
Kontradiktif dengan Peraturan FIFA
FIFA memang sudah punya aturan sendiri kalau menyangkut kartu merah. Menurut kebijakan ini, FIFA menetapkan kalau pemain yang menerima kartu merah tidak akan bisa bermain dalam pertandingan bertikutnya. Peraturan yang sama juga mengatur kalau tim tidak bisa mengajukan banding untuk membatalkan keputusan ini.
Hanya saja, justru peraturan ini yang langsung dibatalkan oleh FIFA sendiri. Baru-baru ini, FIFA turun tangan dengan memberikan izin kepada Folarin Balogun untuk kembali bermain dalam pertandingan antara tim nasional Amerika Serikat melawan Belgia. Bukannya memberikan larangan bertanding untuk 1 pertandingan, FIFA justru memberikan sanksi dalam bentuk masa percobaan selama 1 tahun.
Dalam pernyataannya, FIFA mengatakan kalau sesuai dengan pasal 27 dari kode disipliner FIFA, penerapan penangguhan pertandingan ditangguhkan, digantikan dengan periode percobaan selama 1 tahun. Dalam pernyataan yang sama, FIFA juga menegaskan kalau Folarin Balogun melakukan tindakan pelanggaran yang serupa dari segi bentuk dan tingkat keseriusannya selama masa percobaan ini, maka penangguhan ini akan dibatalkan. Kemudian sanksi akan diterapkan di luar dari sanksi tambahan untuk pelanggaran baru yang dilakukan.
UEFA Kritik Keras Perlakukan Tidak Adil FIFA tentang Kasus Folarin Balogun
Menurut sumber anonim yang berbicara kepada Associated Press, pemerintah Amerika Serikat melakukan komunikasi ke FIFA. Mereka meminta presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menilai kembali kartu merah ini. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengirimkan unggahan ke akun media sosial. Dalam unggahan itu, dia bersyukur kalau sanksi yang diterima Folarin Balogun telah dibatalkan. Di akun Truth Social miliknya, dia berterimakasih kepada FIFA karena telah melakukan tindakan yang benar dan membatalkan ketidakadilan yang hebat.
Sementar aitu, UEFA mengeluarkan kritik mereka terhadap asosiasi sepakbola global ini. Mereka menegaskan kalaul keputusan ini telah mencederai luar biasa integritas pertandingan. Menanggapi insiden ini, UEFA mengeluarkan pernyataan resmi mereka. Lembaga ini mengatakan kalau keputusan terbaru untuk menangguhkan sanksi otomatis untuk larangan bertanding dan mengubahnya menjadi masa percobaan 1 tahun terhadap Folarin Balogun telah benar-benar melewati batas.
Sepakbola, seperti olahraga lain, bergantung pada peraturan yang menjadi dasar kompetisi yang adil, jujur, dan transparan. Dalam beberapa kesempatan, aturan memang bisa diperdebatkan. Tapi kasus ini tidak termasuk situasi yang tidak tepat. Larangan otomatis minimum untuk 1 pertandingan setelah kartu merah bukan opsi diskresi dan tidak membutuhkan keputusan dari lembaga berwenang untuk diterapkan.
Menurut mereka, langkah ini adalah buah dari prinsip yang diterapkan dalam regulai, yang tidak bisa diserahkan pada interpretasi pribadi. Pemaknaan berbeda tidak bisa dilakukan di tengah turnamen ketika ada pemain lain yang berada di situasi yang sama dan secara normal menjalani larangan bertanding mereka. Menurut UEFA, ketika kepastian peraturan tak lagi bisa dijamin oleh lembaga yang seharusnya melindunginya, integritas pertandingan dipertaruhkan dan kredibilitas pertandingan diragukan. Secara berimbang, keputusan ini menciptakan preseden terhadap turnamen ketika situasi serupa sekarang akan membutuhkan perlakuan yang sama untuk menjaga semangat kompetisi.
Sepakbola, menurut UEFA, adalah olahraga yang paling dicintai di dunia karena pertandingannya yang indah dan dipercaya karena dimainkan di semua tempat dengan aturan yang sama. Turnamen memang tidak pernah bisa murni berdiri sendiri, jika turnamen yang dimaksud adalah Piala Dunia. Tapi kompetisi juga punya daya untuk melahirkan dampak positif atau negatif atas pertandingan secara keseluruhan. UEFA kemudian menyatakan ketidakpercayaan mereka kalau keputusan yang tidak terduga, tak bisa dipahami, dan tak adil ini telah terjadi.
Dalam pernyataan terpisah, mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, yang bertugas antara tahun 1998 sampai 2015, mengatakan kalau sepakbola tidak bisa menjadi tempat bermain untuk kekuatan politik. Dia mengatakan kalau kartu merah tidak bisa dibatalkan oleh panggilan telepon politik. Kartu merah hanya bisa dibatalkan oleh aturan, bukti, dan lembaga independen. Kalau presiden Amerika Serikat melakukan intervensi terhadap presiden FIFA dan pemain tiba-tiba dibebaskan dari sanksi sebelum pertandingan Piala Dunia, pertanyaannya adalah quo vadis (kemana akan perginya) FIFA?
Sebagai catatan, masa Sepp Blatter di FIFA berakhir ketika dia dilarang beraktivitas dalam dunia sepakbola untuk awalnya 8 tahun. Periodenya kemudian berkurang menjadi 6 tahun setelah banding. Sanksi diberikan setelah dia terlibat dalam pemberian uang ke mantan presiden UEFA, Michael Platini. Dua nama ini kemudian dibebaskan dari segala dakwaan dan nama baiknya dipulihkan oleh peradilan Swiss. Mereka juga menegaskan kalau pembayaran tersebut merupakan gaji yang diterima Platini sebagai penasihatnya. Kemudian pada tahun 2021, Sepp Blatter dikenakan larangan lain selama 6 tahun atas komite etik FIFA karena pelanggaran lain.
Sementara itu, lawan Amerika Serikat, Belgia, sudah melakukan banding atas kesempatan tampil Folarin Balogun. Tapi upaya ini dimentahkan oleh FIFA. Pelatih mereka, Rudi Garcia, beranggapan kalau tindakan ini bertentangan dengan semangat pertandingan. Dia mengatakan kalau dirinya tidak paham kalau 5 Juli sekarang menjadi 1 April, merujuk ke tanggal April Fool. Dia mengatakan kalau mereka tidak membela timnas atau federasi, tapi sepakbola dengan etika dan integritasnya.
Garcia merujuk pada pernyataan yang dikeluarkan oleh Asosiasi Sepakbola Belgia Royal. RBFA menegaskan kalau mereka terkesima, dalam artian negatif, atas keputusan FIFA dan sedang melakukan investigasi untuk kemungkinan langkah lain.
