Tottenham Siapkan Dana untuk Eli Junior Kroupi

Tottenham Hotspur terus bergerak untuk mengamankan pemain yang mereka proyeksikan akan menjadi pemain kunci untuk menghadapi musim baru. Banyak kesalahan yang mereka tinggalkan di musim lama menjadi pelajaran penting bagi tim ini. Kesalahan-kesalahan ini membuat mereka bisa mengincar pemain dengan kemampuan spesifik. Atas laporan yang diterima dari tim mereka, Spurs kemudian memilih untuk menargetkan striker Bournemouth, Eli Junior Kroupi. Mereka tak sendirian. Ada beberapa klub lain yang juga menargetkan rencana yang sama. Nilai penawaran jadi kunci mereka untuk memenangkan persaingan ini. Mereka sudah menyiapkan paling tidak 85 juta poundsterling untuk segera disetor ke Bournemouth.

Proyek Baru Tottenham dengan Eli Junior Kroupi

Tottenham Hotspur terlihat sangat agresif untuk musim panas ini. Nyaris tersingkir dari kompetisi yang sudah mendarah daging buat mereka ternyata berdampak besar. Klub ini bergerak cepat untuk mengamankan beberapa pemain sebagai bagian dari proyek pembangunan kembali besar-besaran. Nyaris semua sektor permainan diperkuat dengan mendatangkan paling tidak satu pemain baru. Untuk mengatasi jumlah gol mereka yang minim di musim lama, Spurs berencana meminta bantuan dari striker asal Bournemouth, Eli Junior Kroupi. Spurs sadar kalau mereka tidak akan bisa melalui jalur ini dengan mudah. Ada beberapa klub lain dari Inggris yang juga mengarah kesana dengan kemampuan keuangan yang lebih baik. Tapi berkat dukungan dari jajaran atas mereka, Spurs sekarang berani lebih agresif. Mereka sedang menyiapkan paling tidak 85 juta poundsterling untuk proyek ambisius ini.

Ada alasan kuat di balik keputusan Spurs untuk mengalokasikan dana yang sangat besar. Sebenarnya mereka mempersiapkan angka yang jauh lebih kecil ketika pertama punya rencana ini. Tapi mereka mau tidak mau harus melangkah dengan angka lebih besar setelah masuk ke bursa. Striker Bournemouth ini belakangan menarik perhatian besar dari beberapa klub Eropa. Pemain berusia 20 tahun ini langsung menjadi magnet perhatian klub besar Eropa berkat permainannya di musim pertamanya di Eropa, secara khusus di Liga Inggris.

Jumlah Gol Jadi Sasaran

Salah satu faktor yang membuat klub-klub elite Eropa berminat adalah jumlah golnya. DIa baru saja melangkahkan kaki di Inggris. Tapi persaingan yang sengit tak membuatnya kehilangan pesona. Pemain ini justru berhasil mendapat 33 pertandingan di kompetisi elite ini. Di balik pandangan yang meragukan musim pertamanya, dia justru bisa mencetak 13 gol bagi AFC Bournemouth. Permainannya yang tajam menjadi salah satu kunci yang mengantarkan Bournemouth menjadi tim kuda hitam. Mereka sampai bisa mendapat tiket ke Liga Champions. Kemenangan ini menjadi rekor bersejarah bagi mereka. Kemenangan ini menjadi yang pertama kalinya bagi klub ini untuk menembus Liga Champions dalam sepanjang sejarah klub.

Prestasi ini langsung membuatnya menarik perhatian besar dari klub-klub Eropa. Banyak klub langsung berjejer berharap bisa menyaksikan langsung permainannya dan rahasia di balik itu. Tapi ada beberapa klub yang langsung bergerak cepat dengan membawa pembicaraan ke meja Bournemouth. Bulan lalu saja Arsenal diberitakan sudah mengambil langkah ini. Mereka langsung membuka pembicaraan dengan Bournemouth untuk membahas kemungkinan dilakukan transfer.

Siapkan Penawaran untuk Eli Junior Kroupi

Arsenal dan Tottenham memang kenyataannya tidak sendirian dalam persaingan ini. Beberapa media melaporkan kalau dari tanah Perancis, sudah ada Paris Saint-Germain yang siap mematahkan upaya dari kedua tim tadi. Sempat terlambat bergerak karena harus melakukan pematangan internal, mereka akhirnya sekaranng masuk dalam persaingan ini. Sekarang justru langkah mereka lebih cepat. Setelah sadar potensi besar yang dimiliki pemain ini, PSG sekarang memutuskkan untuk mempercepat dan mengintenskan upaya merkea untuk menariknya datang ke Stadion Vitality.

Bersaing dengan Arsenal dan PSG memang bukan hal yang mudah. Tapi dua nama besar ini tidak langsung membuat Spurs kehilangan semangat mereka. Skuad Roberto de Zerbi tetap menegaskan rencana mereka untuk bisa menarik pemain kelahiran Perancis tadi ke markas mereka. Namanya menjadi salah satu prioritas karena dianggap akan sangat membantu rencana mereka untuk musim baru. Roberto de Zerbi yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih juga memberi restunya. Nama pemain Bournemouth tadi akan menjadi salah satu andalannya ketika menghadapi musim pertama sebagai pelatih.

Sekarang, Spurs sudah bersiap untuk mengambil langkah lebih jauh. Mereka sudah siap melangkah ke markas Bournemouth, bukan sebagai lawan, tapi membawa penawaran transfer. Tottenham memang tak punya keuangan yang sangat kuat. Tapi mereka langsung menujukkan keseriusannya dengan menaruh 85 juta poundsterling di meja negosiasi. Angka ini menjadi andalan mereka untuk bisa menariknya pergi lebih cepat dari akhir kontrak. Sebagai informasi, Bournemouth sebenarnya masih berhak untuk menggunakan jasanya sampai musim panas 2030 nanti. Tapi bagi Spurs, jarak ini terlalu jauh. Mereka membutuhkan seorang pemain yang bisa memperkuat bagian depan tengah. Mereka memang sudah punya Matthys Tel, Richarlison, dan Dominic Solanke di bagian ini. Tapi seperti yang terlihat dari musim lalu, mereka masih belum cukup.

Bagi Spurs sekarang, yang tersisa adalah niat dari Bournemouth. Mereka menyadari kalau Cherries sampai sekarang masih enggan untuk berpisah dengan pemain kuncinya. Perannya sangat mereka butuhkan terutama karena akan menghadapi UCL untuk pertama kali. Beberapa pemain juga mungkin akan mereka pertahankan dengan alasan yang sama. Bournemouth belum berencana untuk melepas Alex Scott dari gelandang selain Eli Junior Kroupi.

Mereka sedang mengawasi formasi tim di tengah bursa. Mereka khawatir kalau kepergian pemain yang ada sekarang justru akan berdampak negatif pada peruntungan di musim baru. Mereka sedang berusaha menahan sebanyak mungkin pemain sekarang setelah melepas 2 nama. Sebelumnya Andoni Iraola emilih untuk meninggalkan mereka, disusul oleh Marcos Senesi dari posisi bek. Pelatih baru mereka, Marco Rose, akan mencoba mempertahankan formasi mereka terutama di bagian belakang. Kemudian dia akan mencoba menyeimbangkannya di bagian depan untuk menghadapi karakteristik UCL yang jauh lebih sengit.