Harry Kane Incar Rekor di Liga Champions

Harry Kane masih memegang reputasinya sebagai pemain dengan kemampuan mematikan. Usianya memang sudah tidak lagi muda. Tapi setiap kali pemain ini melangkah ke tengah lapangan, dia siap merusak permainan lawan dan mencetak gol. Dia juga bukan nama yang asing untuk urusan rekor. Ada beberapa kali ketika pemain legendaris ini tampil mentereng di tengah lapangan sampai mencetak gol. Sekarang, menjelang pertandingan antara pemain Paris Saint-Germain dan Bayern Munich, pemain ini berencana untuk kembali mencetak gol. Kalau berhasil, dia akan masuk dalam jajaran pemain legendaris yang juga dihuni oleh Robert Lewandowski dan Steven Gerrard.

Harry Kane Siap Pecahkan Rekor

Pemain legendaris Inggris, Harry Kane, bersiap untuk segera memecahkan 2 rekor di Liga Champions untuk jumlah gol yang dicetak. Dia bersiap untuk mencetak rekor ini ketika nanti turun bermain membela Bayern Munich. Tim asal Jerman ini sudah dijadwalkan untuk bertanding melawan Paris Saint-Germain dalam lagta leg pertama di babak semifinal kejuaraan ini. Dua tim ini akan bertanding di Parc des Princes pada hari Selasa malam yang akan datang.

Di usianya yang sudah 32 tahun, pemain ini dikenal sebagai sosok yang sensasional. Dia berhasil meroketkan jumlah golnya bagi sang raksasa Bavaria terutama untuk musim ini. Hanya ada 45 pertandingan yang dia dapatkan dari pelatih mereka. Tapi jumlah golnya melampaui angka ini, dengan 53 gol. Hanya ada sedikit pemain yang bisa mencetak prestasi seperti ini untuk satu musim dalam semua kompetisi. Dari semua 53 gol tadi, ada 24 gol yang dia cetak dalam 21 pertandingan sejak tahun berganti.

Dengan jumlah gol semasif ini, Bayern Munich semakin dekat dengan harapan mereka untuk kembali bisa menjuarai Bundesliga. Bagi mereka, pemain tim nasional Inggris tadi memainkan peran yang sangat penting. Berkat permainannya, skuad Vincent Kompany berhasil mendapatkan 33 gol tambahan dalam 28 pertandingan tingkat elite. Salah satu golnya yang cukup banyak menarik perhatian adalah ketika dia mencetak gol pamungkas mereka di menit 83 pada akhir minggu lalu. Waktu itu, empat gol yang mereka cetak berhasil membungkam Mainz 05 yang hanya bisa mencetak 3 gol.

Prestasi di UCL

Kalau bicara tentang Liga Champions, Harry Kane telah mencetak 12 gol dalam 11 pertandingan. Sekali lagi dia berhasil melampaui batas 1 gol untuk setiap pertandingan. Dengan jumalh gol seperti ini, hanya ada 1 pemain lain yang bisa menandinginya. Hanya ada Kylian Mbappe dari Real Madrid dengan 15 gol yang bisa mencetak lebih banyak gol dari pemain Bayern Munich ini.

Pemain tim nasional Inggris ini berhasil mencetak gol ketika menjalani laga kandang dan tandang dalam laga mereka melawan Real Madrid di perempat final. Dia kembali memainkan peran kunci ketika merkea unggul agregat 6-4 dari rival beratnya. Gol ini sekaligus membantunya untuk membuka kesempatan melewati jumlah gol dari Kylian Mbappe. Dua pemain legendaris ini memang sekarang sedang bersaing untuk mendapat pengharagaan Sepatu Emas Liga Champions. Penghargaan ini diberi setiap tahun untuk pemain yang berhasil mencetak gol paling banyak dalam 1 musim.

Harry Kane Siap Saingi Rekor Lewandowski

Dari catatan yang kami pelajari, Harry Kane telah berhasil mencetak paling tidak 1 gol dalam setiap 4 pertandingan terakhirnay di Liga Champions pada fase gugur di musim ini. Dia sekarnag sedang berusaha mengimbangi rekor Robert Lewandowski sebagai satu-satunya pemain Bayern Munich dalam sepanjang sejarah yang mencetak dalam 5 pertandingan fase gugur. Robert Lewandowski berhasil mencapai titik ini dari tahun 2016 sampai 2018.

Kalau menghitung hari pertandingan 8 di Fase Liga, pemain asal Inggris ini telah mencetak gol dalam 5 pertandingan terakhir di Liga Champions di musim ini. Kalau tren ini masih terus berjalan, dia akan segera melampaui rekor dari rekan setimnya, Steven Gerrard, yang mencapainya di musim 2007/08. Prestasi ini bisa dia raih kalau bisa mencetak gol untuk keenam kalinya secara beruntun pada hari Selasa malam.

Harry Kane yang juga telah berusaha untuk mempertahankan kondisi fisiknya agar terus prima dalam beberapa minggu terakhir, terpantau ambil bagian dalam esi latihan tim pada hari Senin lewat. Sekarang menjelang pertandingan leg pertama mereka dengan PSG, striker andalan Bayern Munich ini sudah siap untuk melancarkan serangan andalannya.

Sebelum pertandingan, dia menyebut ada alasan sampai PSG bisa menjuarai sepakbola Eropa. Dia juga menambahkan kalau tim Luis Enrique ini adalah tim yang sangat kuat dengan pemain yang berkualitas dengan arahan solid dari pelatihnya. Menurutnya, akan ada banyak aktivitas yang terjadi dalam peratndingan ini. Semuanya akan nanti ditentukan dari momen yang bisa mereka ciptakan dan permainan berkualitas. Dia juga menyebut kalau dirinya sudah siap menjalani pertandingan yang sengit, tapi dia tidak akan mundur. Dia justru menanti pertandingan seperti ini. Mereka sudah siap, sekarang yang harus mereka lakukan adalah bermain sebaik mungkin.

Pelatih kepala mereka, Vincent Kompany, akan menjadi sosok yang absen dalam pertandingan ini. Dia tidak akan bisa tampil di pinggir lapangan pada leg pertama ini karena harus menjalani sanksi dari wasit. Sebagai gantinya, mereka akan menugaskan asisten pelatih Aaron Danks untuk mengamati pertandingan. Tentang pelatihnya, Harry Kane mengungkapkan kalau mereka akan merindukannya. Dia adalah pelatih mereka dan pemimpin dari semua pemain. Tapi semua orang tahu apa yang harus mereka lakukan, bahkan ketika pelatih tidak bisa mendampingi mereka.

Dalma pertandingan ini, Bayern Munich juga harus bermain tanpa Raphael Guerreiro di bagian belakang. Pemain ini harus absen setelah megnalami cedera robek otot hamstring. Cedera ini terjadi dalam sebuah insiden di akhir minggu lalu ketika mereka melawan Mainz di Bundesliga. Pemain yang lain, Serge Gnabry, juga akan absen sampai musim berakhir. Sementara Tom Bischof dan Lennart Karl juga akan absen setelah tidak tampil dalam sesi latihan mereka di hari Senin. Dua pemain ini sudah menyelesaikan sesi latihan pribadi mereka di hari SEnin. Tapi kedunya diputuskan belum siap untuk ikut dalam sesi latihan bersama dan perlu lebih banyak waktu untuk bisa pulih dari cedera yang mereka alami.