Mikel Arteta Antar Arsenal Hantam Sporting Lisbon

Mikel Arteta dan Arsenal membuat kejutan. Saat mereka menghadapi Sporting Lisbon, banyak anggapan kalau tim ini akan kembali mengalami kesulitan. Seperti yang terjadi ketika mereka menghadapi Manchester City di final Piala Carabao, tak banyak orang yakin kalau skuad Mikel Arteta akan cukup kuat untuk menghadapi raksasa dari Portugal. Tapi Mikel Arteta tetap melaju dengan penuh kepercayaan diri. Kemenangan dari leg pertama menjadi bekal kuat mereka untuk pertandingan ini. Yang perlu mereka lakukan hanya tidak boleh kebobolan gol sama sekali. Ini yang persis mereka lakukan pada leg kedua. The Gunners berhasil mematahkan harapan Sporting Lisbon untuk merebut kemenangan. Kondisi gol yang bersih dari awal laga membuat The Gunners dinyatakan menang atas lawan berat mereka.

Arsenal Cetak Sejarah

Arsenal berhasil memasukkan nama mereka ke dalam daftar pencetak sejarah dalam turnamen Liga Champions. The Gunenrs berhasil memastikan kalau nama mereka akan selalu dikenag berkat keberhasilan tim ini dalam memenangkan pertandingan melawan Sporting Lisbon. Bukan pertandingan yang mudah. Dari awal mereka telrihat kesulitan dengan pertandingan ini. Tapi pada akhirnya, The Gunners berhasil tampil sebagai pemenang dengan skor akhir yang cukup tipis, 1-0. Berkat kemenangan ini, mereka dipastikan berhasil lolos dari perempat final dan menjadi kontestan untuk fase berikutnya.

The Gunners kembali ke Stadion Emirates dengan harapan untuk bisa menang dalam pertandingan ini. Tapi dari awal mereka paham kalau pertandingan ini tidak akan mudah untuk dimenangkan. Menang tipis di leg pertama menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk tim ini. Mereka tahu persis kalau Sporting Lisbon yang mejadi lawan mereka kali ini bukan lawan yang mudah. Pengalaman sebagai raksasa di Portugal membuat lawan mereka punya semua kekuatan yang mereka perlukan untuk bisa memastikan The Gunners berhenti. Tapi paling tidak satu gol yang dicetak Kai Havertz di menit-menit pertama pertandingan menjadi awal dari keberuntungan mereka.

Arsenal Bertarung Mati-matian

Memang dari awal pertandingan ini dimulai, Mikel Arteta sudah paham kalau laga ini tidak akan mudah. Kenyataan di lapangan kemudian berjalan sesuai dengan prediksi mereka. Pemain Sporting Lisbon langsung bermain dengan agresif. Mereka menggunakan segala macam cara untuk menghalau langkah pemain The Gunners. Upaya ini berhasil. Tapi upaya ini juga menjadi bumerang bagi mereka. Untuk bisa menang secara agregat, Sporting Lisbon butuh paling tidak 2 gol dalma pertandingan ini setelah gagal di leg pertama. Tapi bermain defensif membuat mereka justru terlalu fokus pada menghalau langkah pemain The Gunners. Harapan untuk mencetak gol langsung kandas.

Seperti harapan Sporting Lisbon, The Gunners gagal untuk menambah keunggulan mereka dalam laga leg kedua di hari Rabu ini. Tapi situasi ini juga berarti maut bagi Sporting Lisbon. Pertandingan yang gagal membuahkan gol hanya akan berarti keuntungan bagi Arsenal. Sampai wasit membunyikan peluit tanda pertandingan berakhir, tidak ada gol yang tercipta. Berkat hasil ini, The Gunners sekarang dipastikan melaju ke 2 fase terakhir kompetisi ini. Lawan yang mereka hadapi sempat berusaha membangun serangan mereka dengan agresif di babak pertama. Tapi mereka jarang menemukan kesempatan untuk menyerang gawang The Gunners. Situasi ini yang coba dipertahankan oleh Mikel Arteta dan berhasil sampai menit terakhir.

Lewati Perempat Final

Dampak dari kemenangan agregat 1-0 ini sangat terasa. Berkat kemenangan ini, The Gunners nanti akan tampil dalam putaran semifinal turnamen Liga Champions. Pertandingan ini akan menjadi yang pertama kalinya mereka raih dalam 2 musim beruntun di sepanjang sejarah tim. Sebelum yang sekarang, musim yang lalu mereka juga berhasil melaju ke babak semifinal. Tapi sayangnya di fase ini, mereka kalah dari raksasa asal Perancis, Paris Saint-Germain. Sebelum momen ini, dua ajang semifinal terakhir yang pernah dimasuki oleh The Gunners terjadi jauh sebelumnya yaitu di musim 2005/05 dan musim 2008/09.

Di bawah komando dari Arsene Wenger, The Gunners berhasil mengalahkan rival mereka dari Spanyol, Villarreal. Pertandingan di musim 2005/06 berakhir dengan kemenangan tipis mereka 1-0 di semifinal. Tapi di final, mereka kalah dari Barcelona. Pemain Barca berhasil memaksa mereka mengakui kekalahan setelah mencetak gol akhir 2-1. Tiga tahun berikutnya, pemain The Gunners kembali meneruskan harapan mereka. Tim ini berhasil kembali masuk ke babak semifinal. Tapi melawan Manchester United dalam dua leg terbukti terlalu berat bagi mereka. Tim ini kembali harus mengakui keunggulan lawan mereka, kali ini dengan skor akhir agregat 1-4.

Untuk musim sekarang, Mikel Arteta berharap kalau semifinal tahun ini akan lebih ramah ke mereka. Tapi mereka paham kalau semua ini tidak akan mudah. Tim ini harus bisa menjawab kerinduan penggemar untuk bisa mengangkat paling tidak 1 trofi dari kejuaraan elite di musim sekarang. Kalah dari Manchester City di Piala EFL memberi mereka pelajaran berharga sekaligus pahit. Mereka sekarang tidak mau mengulangi kesalahan yang sama dan menanggung malu di depan penggemar.

Tujuan utama mereka sekarang adalah memenangkan turnamen Liga Primer. Kalau berhasil, ini akan menjadi yang pertama bagi mereka dalam kurun 22 tahun setelah gagal dalam 3 musim terakhir. Tapi mereka juga punya hasrat yang sama untuk menjadi tim Inggris kedelapan yang mengangkat trofi juara Liga Champions dengan identitas yang berbeda.

Sebagai catatan, Arsenal menghadapi penakluk Barcelona, Atletico Madrid. Dua tim ini akan bertemu di fase semifinal Liga Champions. Dua tim ini akan bertarung demi bisa mendapatkan tiket untuk bertarung di partai puncak kompetisi tingkat klub paling elite di senatero Eropa ini. Banyak harapan kalau mereka akan bisa menang. Atletico Madrid mungkin lawan yang berat. Tapi mereka pernah mengalahkannya dengan skor telak 4-0 di fase liga. Hanya saja, pemuncak klasemen EPL ini juga akan teralihkan perhatiannya dengan pertandingan di hari Minggu nanti. Mereka akan bertarung dengan Manchester City, rival sekaligus pesaing utama mereka. Dua tim ini akan kembali bertemu. Perselisihan dua rival berat yang terpisah 6 poin akan kembali terjadi dengan harapan melengserkan satu sama lain.