Musim ini berjalan dengan banyak cerita untuk tim-tim sepakbola Eropa. Ada yang bermain dengan konsisten dari awal musim. Tapi ada banyak tim yang membuat kejutan, baik dalam artian positif atau negatif. Beberapa tim terlihat terjungkal di awal musim, sebelum akhirnya kembali bangkit. Tapi tidak seberuntung dengan tim lain seperti Manchester United, Manchester City, dan Arsenal. Tim ini justru cukup konsisten dalam bermain dengan sangat buruk dari awal musim. Mengikuti tren klub lain yang mengganti pelatih mereka justru semakin memperburuk situasi. Sekarang mereka harus siap untuk menghadapi risiko besar. Tim ini semakin dekat untuk menghadapi mimpi buruk mereka: Kembali ke Championship mulai tahun depan.
Mimpi Buruk Menunggu Tottenham Hotspur
Penggemar Tottenham Hotspur harus berhadapan dengan kenyataan pahit yang selalu ingin mereka hindari. Tim yang mereka bangga-banggakan sekarang berada di titik nadir tersingkir ke Championship. Peluang tim ini untuk tersingkir dari Liga Primer Inggris untuk musim yang akan datang semakin membentang lebar setelah mereka kalah di pertandingan terakhir. Sunderland yang seharusnya bisa mereka imbangi permainannya justru berhasil menaklukkan Spurs. Gol tunggal membuat Spurs tak bisa berkutik dan harus merelakan 3 poin dari pertandingan ini.
Tim pimpinan Roberto de Zerbi kembali mengakhiri pertandingan mereka dengan cara yang hampir sama dari awal musim. Di depan penggemar mereka, tim ini kembali tak bisa menunjukkan ancaman serius kepada lawan mereka. Padahal penggemar berharap kalau tim ini akan berhenti mengecewakan mereka. Fans Spurs sudah terlalu lama menantikan tim ini akhirnya menang untuk pertama kalinya. Tahun ini jelas tahun terburuk yang harus mereka lewati. Dari hari pertama tahun berganti, belum pernah sekalipun tim ini mempersembahkan kemenangan untuk penggemar mereka.
Upaya Nordi Mukiele untuk mementahkan serangan lawan mereka menjadi pembeda dalam pertandingan ini. Spurs juga sempat berhasil mematahkan serangan penalti dari lawan mereka. Tapi mereka juga harus menelan pil pahit. Mereka tidak hanya harus kalah dari Sunderland engan hanya menelan 1 gol. Tapi tim ini juga harus merelakan kapten mereka, Cristian Romero, masuk ke ruang medis. Babak kedua ternyata terlalu berat untuk dilewati pemain ini. Cedera lutut memaksanya untuk menghentikan pertandingan dan fokus pada pemulihan cedera.
Tak Banyak Perubahan di Tottenham Hotspur
Kemenangan terakhir yang dicapai tim ini terjadi di bulan Desember yang lalu. Crystal Palace menjadi tim terakhir yang mereka menangkan. Sekarang, tim yang sama harus menjalani waktu berbulan-bulan di semua kompetisi tahun ini. Ada total 14 pertandingan yang sudah masuk dalam jadwal mereka dari hari pertama tahun ini. Tapi sampai sekarang, penggemar belum pernah melihat sekalipun tim Lili Putih mendapat tambahan 3 poin untuk akumulasi skor mereka.
Dari catatan kami, hanya ada 3 tim yang mencatatkan kekalahan paling banyakd alam sejarah Liga Primer Inggris. Sayangnya, dari catatan sejarah, tiga tim ini memberikan pelajaran pahit. Tiga tim yang sekarang siap dikejar oleh Tottenham Hotspur tidak pernah bertahan di Liga Primer. Kalau Spurs tidak melakukan perubahan signifikan, mereka harus siap untuk menghadapi kenyataan yang sama.
Musim Terburuk bagi Spurs?
Rekor gagal menang paling banyak yang pernah terjadi di Liga Primer sejak awal pergantian tahun terjadi di musim 2007/08. Derby County menjadi yang paling banyak gagal menang sejak awal tahun waktu itu. Mereka tak pernah menang sekalipun meski sudah menjalani 18 pertandingan di semua kompetisi pada tahun 2008. Situasi mereka semakin memburuk ketika di akhir musim, mereka juga sukses mencetak poin paling rendah dalam sepanjang sejarah turnamen ini.
Tim lain yang juga mencetak rekor yang sama adalah Sunderland. Tim ini gagal menang dalam 17 pertandingan mereka di tahun 2003. Mereka gagal menang dari awal tahun. Kondisi mereka jug serupa dengan Derby County. Setelah gagal menang dalam 17 pertandingan, tim ini akhirnya harus tersingkir ke Championship setelah hanya menempati peringkat 20 di EPL. Musim yang berakhir dengan hanya 19 poin membuat mereka kehilangan hak untuk disebut sebagai kontestan EPL.
Swindon Town menjadi tim ketiga dengan jumlah pertandingan tanpa menang sejak awal tahun. Mereka gagla menang dalam 15 pertandingan pertama dari awal tahun di EPL. Tahun 1993 menjadi yang paling berat untuk mereka. Padahal setahun sebelumnya, mereka baru saja mendapat promosi ke EPL. Tapi di tahun mereka lolos EPL, tim ini tak bisa berbuat banyak selain menempati posisi paling buncit ketika turnamen selesai.
Situasi yang dihadapi Tottenham Hotspur sekarang kurang lebih sama. West Ham United memastikan posisi mereka terjepit setelah berhasil mengalahkan Wolverhampton Wanderers dengan skor 4-0 pada hari Jumat lalu. Nottingham Forest membuat posisi mereka semakin jauh setelah berhasil mendapat 1 poin setelah menahan imbang Aston Villa dengan skor 1-1 pada hari Minggu. Dengan hasil dari 2 rival mereka, sekarang Spurs hanya terpisah 2 poin dari zona degradasi. Situasi ini sangat sulit karena sekarang mereka hanya memiliki 6 pertandingan lagi yang harus dikejar.
Tak ada banyak yang bisa mereka lakukan. Dengan jumlah pertandingan seperti ini, Tottenham Hotspur hanya bisa berusaha untuk paling tidak berusaha mempertahankan posisi mereka sekarang. Mereka harus berusaha mendapat poin maksimal dari semua pertandingan tersisa, dimulai dari Brighton & Hove Albion yang akan mereka hadapi di akhir minggu nanti. Kemudian di akhir bulan. mereka akan bertarung melawan Wolverhampton Wanderers yang sudah dipastikan akan kembali menjadi penghuni Championship.
Nasib mereka yang sudah terlanjur seperti ini langsung memicu pertanyaan. Tottenham Hotspur sepertinya tidak perlu pelatih baru, setidaknya kalau mereka benar-benar akan menjadi penghuni Championship. Roberto de Zerbi, pria yang melatih mereka sekarang, sempat diminta untuk meladeni pertanyaan wartawan tentang masa depannya. Setelah kekalahan pertamanya bersama mereka, pelatih kelahiran Italia ini bersikeras kalau pemainnya membutuhkan sosok yang bisa menyatukan mereka sebagai satu keluarga. Baginya, kebutuhan ini jauh lebih penting daripada mendatangkan pelatih.
Pria ini mengatakan kalau dia bisa bertindak sebagai saudara besar dan ayah. Dari sudut pandangnya, Tottenham Hotspur belum membutuhkan pelatih. Mereka dianggapnya belum perlu untuk mengembangkan permainanf. Mereka bisa bermain leb ih baik hanya kalau mereka bisa bermain dengan percaya diri. Mantan pelatih Brighton & Hove Albion ini juga mengungkap tentang apa yang merkea perlu lakukan untuk bisa berkembang. Menurutnya, semuanya akan berkembang menjadi lebih baik ketika mereka bisa menang. Pernyataan ini seperti berbalik dengan situasi yang dihadapi Tottenham Hotspur sekarang. Roberto de Zerbi dengan Spurs sekarang menjadi pelatih kedua dari 11 pelatih merkea terakhir yang kalah dalam pertandingan pertamanya. Sementara pelatih mereka yang terakhir, Igor Tudor, pernah menang 4-1 saat bermain pertama kali ketika mereka melawan Arsenal.
