Wolves Putuskan Pecat Rob Edwards

Liga Primer menjadi batu loncatan yang sangat penting untuk klub-klub sepakbola di Inggris. Memang masih ada kejuaraan lain yang mewarnai sepakbola di negeri ini, seperti Championship dan Community Shield. Tapi semua tim sepakbola di Inggris paham kalau bermain di Liga Primer akan menjadi pintu penting bagi mereka paling tidak untuk memoles wajah di mata pemain dari Inggris sampai Eropa secara umum. Lolos kualifikasi ke Liga Primer Inggris akan membuat tim mereka bisa menawarkan alasan yang cukup kuat untuk menggaet pemain elite dari seluruh kawasan Eropa untuk datang dan bergabung. Dari sini, kekuatan tim akan bertambah, dukungan penggemar mengalir deras, sampai finansial tim bertumbuh berkat kerjasama dengan sponsor dan mitra yang terus berkembang. Maka ketika Wolves harus menelan kenyataan pahit dengan tersingkir ke Championship, mereka mengambil keputusan cepat dengan mengakhiri kontrak dengan pelatih Rob Edwards, Bagi beberapa orang, langkah ini dipandang tepat setelah mimpi buruk yang harus mereka hadapi. Tapi bagi beberapa orang, langkah ini masih dipandang penuh kontroversi.

Putuskan Pecat Rob Edwards

Tahun ini menjadi tahun yang penuh dengan gejolak di Eropa. Bukan hanya 1, tapi ada beberapa klub sepakbola yang secara nyaris bersamaan mengambil 1 keputusan yang sama: mengganti pelatih. Fenomena ini semaki nmenarik karena kejadian ini dilakukan klub dengan latar belakang yang cukup bervariasi. Bukan hanya tim-tim papan atas seperti Manchester City, Manchester United, Chelsea, Arsenal, dan Liverpool, tapi langkah yang sama juga dilakukan oleh tim-tim lain yang harus tersungkur ke Championship. Wolverhampton Wanderers jadi klub terbaru yang mengambil langkah ini. Setelah harus pasrah akibat gagal di Liga Primer, tim ini sekarang mengumumkan kalau mereka telah memberhentikan pelatih kepala mereka, Rob Edwards. Tapi berbeda dengan yang terjadi di Manchester United, keputusan pergantian pelatih ini tidak mendapat dukungan penuh dari penggemar. Ada yang setuju. Tapi ada juga yang tidak.

Penggemar memang sempat menyuarakan tuntutan perubahan setelah mantan pelatih mereka hanya bisa memberikan 5 kali menang dari 30 pertandingan. Tapi anehnya, klub seolah tidak bergeming. Posisi pelatih mereka seolah aman di tengah terpaan kritik dari penggemar. Dia bahkan masih terlibat dalam keputusan teim untuk mendatangkan beberapa pemain besar seperti Raul Jimenez dan Kieran Trippier. Dua nama ini diperkirakan akan segera bergabung dengan mereka dalam beberapa minggu dari sekarang.

Keputusan Mendadak

Bagi beberapa penggemar, keputusan Wolves untuk mengakhiri kontrak mereka dengan mantan pelatihnya mungkin terdengar sebagai keputusan yang tiba-tiba. Sebelum kabar ini sampai ke telinga publik, Rob Edwards masih terlihat tampil dalam video perkenalan Raul Jimenez di akun media sosial mereka. Video ini terpantau tampil dalam unggahan mereka di hari Selasa malam. Tapi dalam waktu kurang lebih 24 jam berikutnya, muncul kabar mengejutkan. Wolves mengumumkan pemecatan pelatih mereka. Sebagai gantinya, mereka menunjuk pelatih Gil Vicente, Cesar Peixoto, untuk menjadi pengatur strategi tim berikutnya.

Kabar di seputar pemecatan ini semakin menarik ketika media mulai mengendus informasi di seputar langkah mendadak ini. Beberapa media mengabarkan kalau sepertinya keputusan ini baru diketahui oleh Rob Edwards dari anggota keluarganya. Sepertinya tidak ada pemberitahuan resmi yang dilakukan oleh Wolves kepadanya tentang keputusan ini. Memang akhirnya dia melakukan komunikasi dengan Wolves tentang rumor pemecatan ini dan dikonfirmasi langsung. Tapi semua ini terjadi setelah dia menerima kabar dari pihak ketiga, sebuah langkah yang tidak biasa bahkan dalam sebuah industri olahraga yang sudah modern dan menjadi patokan untuk seluruh dunia.

Kabar di seputar pemecatan ini semakin menambah panas perdebatan publik. Beberapa penggemar mulai mempertanyakan alasan sebenarnya di balik keputusan yang terasa janggal ini. Walau begitu, dalam sebuah pengumuman resmi yang mereka rilis di hari Kamis pagi, kepala eksekutif mereka, Nathan Shi, mempertahankan keputusan klub untuk berpisah dengan Rob Edwards.

Bela Keputusan Pecat Rob Edwards

Shi, yang dulu dipuji atas keputusan Wolves mendatangkan Jimenez dan Trippier sebelum mereka turun kelas ke Championship, menyebut kalau justru mereka akan salah kalau mengambil jalur yang paling mudah. Dalam sebuah pernyataan yang cukup panjang, Shi berkata kalau dia akan berterimakasih secara pribadi kepada Rob Edwards dan semau staffnya atas semua yang sudah mereka lakukan dan beirkan kepada Wolves dalam periode yang sangat sulit. Dia adalah seorang pelatih yang menyambut tantangan kembali ke Wolves pada saat situasi mereka sangat menantang. Sepanjang masa tugasnya disana, dia telah menunjukkan kerja yang profesional, integritas, dan komitmen.

Menurutnya keputusan yang mereka ambil sangat sulit. Setelah musim berakhir, mereka melakukan penilaian menyeluruh terhadap semua aspek permainan mereka. Proses ini melibatkan pertimbangan secara mendalam dari banyak faktor dan refleksi ekstensif terhadap semua hal yang mereka anggap perlu untuk bisa membantu tim ini berkembang untuk tahun-tahun yang akan datang. Dia mengatakan kalau keputusan mereka bukan tentang karakter, dedikasi, atau profesionalisme. DIa mengatakan kalau keputusan mereka tentang komitmen untuk membeirkan Wolves peluang terbaik untuk bisa terus melaju dari sudut pandang olahraga.

Pria yang sama ini kemudian mengaku kalau memang ada perkembangan positif. Tpai akhirnya mereka memutuskan kalau arahan sepakbola yang baru akan lebih sesuai dengan gaya, identitas, dan tingkat persaingan yang ingin mereka terapkan dalam tim ini. Dia meneruskan kalau akan lebih mudah untuk berlanjut dengan situasi yang sudah familiar. Tapi, kepimpinan bukan tentang memilih jalur yang paling mudah. Menurutnya, kepemimpinan adalah membuat keputusan sulit keteika mereka yakin telah menempuh jalan yang tepat untuk masa depan klub ini. Dia menyebut kalau mereka yakin keputusan ini akan menempatkan Wolves di platform terkuat untuk bisa berkembang di masa depan. Harapan mereka saat ini adalah membangun sebuah klub sepakbola yang bisa mencapai keberhasilan yang berkelanjutan. Tapi harapan ini membutuhkan visi yang jela, penyesuaian tehradap operasi sepakbola mereka, dan keberanian untuk mengambil keputusan sulit keetika mereka percaya telah bertindak untuk memenuhi kebutuhan terbaik untuk klub.

Sekarang, Wolves untuk sementara waktu akan bergantung pada pelatih interim mereka. Peixoto memberi kesan positif sejauh ini. Sebelum penunjukannya sebagai pelatih sementara Wolves, dia berperan besar dalam mengantarkan Wolves mencapai peringkat 6 di Primeira Liga. Maka tak mengejutkan kalau dia diwakili oleh agen super, Jorge Mendes. Pemilik Wolvs, Fosun International, sangat bergantung pada penambahan pemain dari agen ini selama tahun-tahun pertama mereka di Molineux. Keputusan ini akhirnya berujung pada promosi mereka ke EPL di tahun kedua dan tampaknya sekarang jelas kalau mereka berencana untuk menempuh kembali jalur yang sama.

Beberapa kalangan fans mungkin akan menyambut pemain dengan relasi yang lebih kuat dengan Mendes. Tapi reputasi klub ini telah cukup terdampak dalam hal tertentu setelah mereka memutuskan berhenti dengan Rob Edwards. Di atas segalanya, mereka masih sempat menampilkan mantan pelatihnya ini dalam sebuah klub video yang mengumumkan kehadiran Jimenez di hari Selasa malam. Nyaris 36 jam kemudian, dia dipecat dari tugasnya. Petinggi Wolves paham kalau mereka berpisah dengan mantan pelatihnya ketika video ini baru saja dibuat. Hal semacamini jelas bertentangan dengan etos klub. Tapi mereka juga di saat bersamaan menunjukkan penghargaan yang sangat minim terhadap mantan pemainnya dan pelatih mereka yang baru saja bergabung 7 bulan lalu, atas harapan bisa bekerja di tim impiannya.