Eli Junior Kroupi sudah melakukan debut perdananya di Liga Primer Inggris. Tapi ada anggapan kalau debut di kompetisi domestik Inggris ini hanya tidak lebih dari sekadar untuk menghadirkan penampilan yang ciamik, tidak untuk mengejar performa yang solid. Mendatangkan seorang pemain baru ke sepakbola Inggris apalagi setingkat elite seperti EPL biasanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Tapi kasusnya berbeda untuk pemain berusia 19 tahun ini. Di musim yang lalu, ketika dia melakukan debut perdana, pemain ini sudah mencetak 13 gol yang dia dapatkan dari 33 pertandingan. Dari semua pertandingan ini, dia sempat turun dalam 21 pertandingan dari menit pertama. Yang palign menarik dari statistik ini adalah angka ini masih belum mendekati angka yang dia berikan bagi Lorient di Liga 1 Perancis sebelum mereka tersingkir di musim 2023/24.
Fakta di Lapangan
Memang perlu diakui kalau kita akan bicara di luar konteks kalau berharap seorang pemain berusia 17 tahun untuk mencetak gol sebanyak ini. Tapi paling tidak, dia menunjukkan kemampuannya untuk mencetak gol 5 kali. Memang dia masih berhasil menceetak 22 gol di musim sebelumnya ketika klub dari Brittany kembali bertarung ke kompetisi besar. Angka yang mereka dapatkan di kompetisi Liga 2 berarti kalau semua pujian yang datang tidak lebih dari sekadar pujian untuk capaian yang diperoleh di kasta kedua kompetisi sepakbola Perancis.
Ketika dia diumumkan akan menjalani debut di Inggris, pandangan penggemar langsung terarah kepada pemain ini. Banyak berharap pengalamannya di Inggris akan menjadi modal untuk beradaptasi dengan cepat di Inggris, meski banyak yang meragukan hal ini akan terjadi dengan cepat. Dari semua 13 gol yang dicetaknya di negeri ini, hnya ada 2 gol yang lahir dari titik penalti. Sementara jumlah sepakannya mencapai 52 kali untuk sepanjang musim. Fakta lain menunjukkan kalau pemain remaja ini berhasil melampaui angka prediksi gol (xG), setelah mencapai 13 gol di tingkat liga. Angka ini meningkat dari yang sebelumnya hanya 8.40.
Statistik yang Diraih Eli Junior Kroupi
Tapi yang jauh lebih mengesankan adalah prediksi gol yang mengenai target (xGOT). Untuk sektor ini, dia mencapai angka 9.79. Angka ini adalah indikasi yang jelas kemampuan adaptasinya yang cepat. Angka xGOT yang tinggi dalam musim perdananya membuktikan pemain ini bisa beradaptasi dengan cepat dan langsung mencetak gol. Angka ini membuktikan dia bisa mematahkan persepsi negatif publik yang sempat ragu dia bisa mencapai angka setinggi ini.
Memang angka ini bukan segalanya. Angka tinggi di awal musim tidak bisa langsung dijadikan patokan. Masih ada risiko kalau performa ini tidak bisa bertahan secara konsisten. Tapi kekhawatiran ini masih bisa ditepis dengan jumlah tim yang berminat dengannya. Paling tidak ada 3 dari 4 semifinalis Liga Champions, termasuk Manchester City, yang berminat untuk menjajal kemampuan striker ini. Dia dipandang memiliki kemampuan yang nyata untuk mengancam permainan lawan sekaligus mendukung peran pemain yang lain.
Di Balik Keputusan Eli Junior Kroupi Pindah ke PSG
Kembali ke tanah kelahirannya dengan Paris Saint-Germain, juara domestik mereka, menunjukkan pemain ini ingin kembali menikmati romansa masa lalu. Di bawah Luis Enrique, tim asal Perancis ini cukup sering bermain dengan mengandalkan pemain muda yang disuntik ke dalam format 4-3-3 mereka. Dengan format ini, Eli Junior Kroupi bisa bermain dengan efektif baik sebagia gelandang menyerang atau striker utama. Tapi Enrique masih menghadapi dilema taktis antara menggunakannya lebih sering di tengah absennya Ousmane Dembele atau mempertahankannya dengan situasi sekarang. Sementara kalau bicara tentang stabilitas, PSG bisa menawarkan ekosistem yang lebih familiar dan jaminan untuk bertarung di kompetisi elite. Tapi persiangan intens untuk bisa mendapatkan tiket di sini bisa saja membatasi jam bertandingnya, satu hal pokok yang dicari semua pemain.
Selain PSG, ada Arsenal yang juga bisa menggunakan kemampuan pemain ini. Setelah berhasil menjadi juara EPL untuk pertama kali sejak 22 thun yang lalu, Arsenal menawarkan proyek yang paling stabil dan menarik dalam dunia sepakbola. Arteta telah membangun sebuah sistem yang tangguh dan mampu bertahan di tengah transisi formasi, bergantian antara 3-2-4-1 dan 4-3-3. Dengan formasi ini, Eli Junior Kroupi bisa bertindak sebagai ujung tombak mereka, menawarkan alternatif di luar Gabriel Jesus, Viktor Gyokeres, dan Kai Havertz.
Opsi yang lain adalah dia bisa ditempatkan di bagian sayap kiri atau gelandang menyerang. Tapi memang peran yang pertama jauh dari ideal untuks eorang pemain seperti dia yang kinerjanya yang paling optimal ketika masih berada di bawah arahan Iraola terjadi ketika diberikan peran di tengah. Di sisi lain, bergabung dengan sebuah skuad yang baru saja gagal di Liga Champions mungkin akan memberikan pemain berusia 19 tahun ini kesempatan untuk membuktikan kemampuannya, bahkan jika dia awalnya bertindak sebagai opsi rotasi pemain daripada yang rutin diberi waktu bermain.
Opsi lain yang bisa dipertimbangkan adalah pemain ini bergabung dengan Bayern Munich. Di bawah Vincent KOmpany, tim asal Spanyol ini lebih sering bermain dengan formasi 4-2-3-1. Formasi ini akan cukup menyulitkan prospek Eli Junior Kroupi sebagai striker tengah. Dengan Harry Kane yang lebih sering dipilih untuk peran ini, pemain remaja ini mungkin akan lebih sering ditempatkan di bagian belakang atau tengah tergantung kebutuhan mereka.
Hanya saja, Luis Diaz dan Jamal Musiala sudah lebih dulu jadi pilihan utam auntuk posisi ini. Peran di bagian gelandang kiri mungkin bukan pos terbaik yang bisa mereka b erikan kepada pemain ini. Tapi tetap saja bertugas di posisi belakang Harry Kane bisa saja sangat menguntungkan baginya. Posisi ini bisa membuatnya dapat memanfaatkan ruang yang diciptakan kapten timnas Inggris tadi. Yang menjadi pertibmangan lain adalah proyek yang disiapkan Kompany. Pelatih Bayern Munich ini masih sedang membangun momentum setelah pergolakan di kursi pelatih di Munich, meski demikian hal ini tidak mengurangi nilai mereka sebagai kandidat menarik untuk pemain Frankfurt ini. Hanya saja dengan mempertimbangkan opsi pemain striker mereka di Allianz Arena, mungkin dia akan berhadapan dengan masalah jam bermain yang lebih minim. Kalau dia memang tertarik untuk bergabung kesana, langkah ini akan cukup berisiko untuk masa depannya.
